jatimnow.com
Mengenal Gus Jakfar, Manusia Penumpuk Batu di Banyuwangi

Batu-batu yang ditumpuk Gus Jakfar tanpa alat perekat

jatimnow.com - Meski tanpa alat perekat, Jakfar Ali berhasil menata bebatuan yang diletakkan di tepi Jalan Raya Tegaldelimo, Banyuwangi. Pria yang akrab dipanggil Gus Jakfar itu membutuhkan waktu sekitar 7 bulan untuk menata batu-batu tersebut.

Gus Jakfar mengaku, sebelum ditata bertingkat, dia memilih batu yang utuh dan tidak pecah. Juga harus halus dan bersih dari tanah. Kemudian ia mulai menata batu minimal 7 batu.

"Saya memilih waktu malam hari agar tenang. Karena menumpuk batu tanpa alat perekat hanya butuh kesabaran dan ketenangan hati. Tidak ada doa kusus untuk itu," terang Gus Jakfar ditemui di rumahnya di Dusun Sumbermulyo, Desa/Kecamatan Tegaldlimo, Jumat (2/10/2020).

Batu yang ditumpuk Gus Jakfar di pinggir jalan itu, sampai saat ini sudah sepanjang 1,5 kilometer. Semua batu bertumpuk itu tidak ada satu pun yang roboh walau pun tiap hari terjadi getaran akibat kendaraan yang melintas.

Gus Jakfar, menusia penumpuk batu di BanyuwangiGus Jakfar, menusia penumpuk batu di Banyuwangi

"Batu yang saya tumpuk itu seperti gambaran manusia hidup, tidak pernah sama selalu berbeda-beda," tambah Gus Jakpar.

Menurutnya, batu-batu itu mempunyai energi dan bahkan bisa untuk terapi menyembuhkan penyakit. Batu itu dikumpulkan Gus Jakfar, dari sekitaran rumahnya.

"Batu itu batu biasa yang saya pilih. Saya dapat dari sungai dan sekitaran rumah saya," terangnya.

Di antara batu-batu yang ditumpuk dan dijajar di tepi jalan, ada 5 batu yang ditutup kain warna biru dan putih. Menurut Gus Jakfar, jika dilihat dengan mata telanjang, 5 batu itu tidak tampak.

Sementara warga setempat Agus (45), mendukung kegiatan Gus Jakfar yang dianggapnya unik.

"Unik saja mas. Sejak keberadaan batu tumpuk itu banyak warga dan pengguna jalan berfoto di situ," ungkap Agus.

 

Loading...

Reporter: Rony Subhan

 

Berita Terkait