jatimnow.com

Pilihan Pembaca: Risma Disebut Menangis hingga Warga Dolly

Editor : Redaksi
Mat Mochtar dan Machfud Arifin 🔍
Mat Mochtar dan Machfud Arifin

jatimnow.com - Berita ketika Risma disebut menangis mengaku 'dibuang' Bambang DH menjadi pilihan pembaca pertama pada Minggu (15/11/2020).

Selanjutnya relawan Risma minta maaf kepada warga Dolly dan menebus dosa mengajak untuk memenangkan Machfud Aarifin-Mujiaman Sukirno di Pilwali Surabaya 2020.

Redaksi merangkum ketiga berita itu:

Loading...

Ketika Risma Disebut Menangis Mengaku 'Dibuang' BDH, Betulkah?

Menjelang purna tugas, mengalir cerita masa lalu Tri Rismaharini sebelum menjadi wali kota Surabaya dua periode, Minggu (15/11/2020).

Risma disebut pernah menangis saat curhat ke Wakil Wali Kota Surabaya Arif Afandi saat itu.

Untuk mengetahui kisah lengkapnya, simak tulisan Ferry Is Mirza y atau akrab disapa Fim yang saat itu menjadi sekretaris pribadi Arif Afandi.

Waktu mengeluh dan curhat itu Risma sambil menangis memohon ke Pak AA agar dibantu tak lagi jadi Kalitbang.

Jadi Korban Pencitraan, Relawan Risma ini Minta Maaf ke Warga Dolly

Mat Mochtar, kader PDI Perjuangan (PDIP) lama yang pernah menjadi Relawan Risma saat Pemilihan Wali Kota Surabaya 2010 dan 2015 ini mengutarakan dosa-dosanya terhadap warga eks lokalisasi Dolly dan Jarak.

Itu disampaikan Mat Mochtar di sela acara sapa warga dengan Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin, Minggu (15/11/2020).

Mat Mochtar juga menyampaikan permohonaan maaf ke warga terdampak penutupan lokalisasi Dolly.

Tebus Dosa, Relawan Risma ini Ajak Warga Dolly Menangkan MAJU

Kader PDIP yang juga mantan relawan Tri Rismaharini (Risma), Mat Mochtar ingin menebus dosa setelah melihat dan mendengar jeritan warga yang perekonomian 'mati' pasca penutupan lokalisasi Dolly dan Jarak.

"Dengan pentutupan Dolly, pencitraan Bu Risma semakin naik, tapi masyarakat Dolly semakin menjerit," kata Mat Mochtar di depan warga eks lokalisasi Dolly dan Jarak, pada acara sapa warga dengan Calon Wali Kota Surabaya Machfud Arifin di Dolly, Minggu (15/11/2020).

"Silahkan Dolly ditutup, tapi perekonomian Dolly tidak boleh ditutup saudara-saudara," jelasnya.