Pixel Code jatimnow.com

Hidup Sendiri, Perempuan ini Ditemukan Tinggal Tulang di Rumahnya

Editor : Sandhi Nurhartanto   Reporter : Mahfud Hidayatullah
Polisi membawa jasad korban ke rumah sakit
Polisi membawa jasad korban ke rumah sakit

jatimnow.com - Winarsih (60), warga Kelurahan Perum Sumbertaman Indah (STI), Kelurahan Sumbertaman, Kecamatan Wonoasih, Kabupaten Probolinggo ditemukan tewas di rumahnya, Sabtu (21/11/2020).

Jasad korban diketahui saat kerabatnya dari luar daerah datang untuk menjenguknya.

Ketua RT 01 RW 08, Perum STI, Tjuk Basuki mengatakan korban ditemukan oleh kerabatnya yang datang dari Kediri.

Keluarganya curiga karena selama pandemi ini, tidak ada kabar dari korban. Saat dihubungi, nomor handphone juga tidak bisa dikontak.

"Keluarganya minta bantuan warga dengan cara mendobrak pintu rumahnya. Saat itu korban ditemukan meninggal dengan posisi duduk di kursi ruang tamu dengan kondisi jasadnya mengering," katanya.

Baca juga:
Misteri Mayat Penuh Luka di Gurah Kediri, Diduga Korban Kecelakaan

Diketahui, korban merupakan pensiunan guru PNS di SD di wilayah Kota Probolinggo. Tjuk menyebut selama ini korban hidup seorang diri dan tidak memiliki keturunan. Bahkan suaminya juga tidak bersamanya.

"Suaminya sering dimarahi sehingga dia tidak kumpul di rumah itu dan memilih pulang ke daerah Malang," jelasnya.

Kapolsek Wonoasih, Kompol Khuzaini mengatakan korban diduga meninggal sekitar lima bulan lalu dengan kondisi jasadnya tinggal tulang dan mengering.

Baca juga:
Seorang Pria Ditemukan Tewas di Sungai Irigasi Persawahan Kediri

"Kami membawa korban ke kamar mayat RSUD dr Muhammad Saleh Kota Probolinggo," katanya.

Menurutnya, tim identifikasi dan Satreskrim Polres Probolinggo juga mengamankan barang bukti di lokasi kejadian berupa pecahan gelas dan handphone milik korban.

MPR Minta Kades Lamongan Kawal Program Nasional
Pemerintahan

MPR Minta Kades Lamongan Kawal Program Nasional

Menurut Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid, skema peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) bisa dijalankan kades dengan memasifkan koordinasi kaitanya dengan penanggung jawab program nasional yang ada di desa.