7 Ekor Lutung Jawa Bakal Dilepasliarkan di Hutan Coban Talun

Editor: Sandhi Nurhartanto / Reporter: Galih Rakasiwi

jatimnow.com - Setelah menjalani rehabilitasi di Javan Langur Center - The Aspinal Foundation Indonesia Program (JLC-TAFIP), tujuh ekor lutung Jawa bakal dilepasliarkan.

Terdiri dari enam betina dan satu jantan, ketujuh ekor lutung itu dilepasliarkan di hutan Coban Talun, Desa Tulungrejo, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu pada Kamis (26/11/2020) nanti.

Manager JLC-TAFIP, Iwan Kurniawan menjelaskan hewan primata tersebut sudah menjalani rehabilitasi sekitar 8 bulan hingga 1,5 tahun. Ada perbedaan masa rehabilitasi tergantung kondisi setiap hewan tersebut.

"Pelepasliaran dilakukan bila lutung sudah memiliki koloni dan sudah dinyatakan mampu bertahan di habitat alaminya agar mereka siap hidup mandiri di hutan," jelas Iwan, Sabtu (21/11/2020).

Antara lain dari segi kesehatan selama lebih kurang tiga bulan. Lalu pendeteksian penyakit-penyakit berbahaya.

Kondisi kesehatan didasarkan pada hasil laboratorium yang dilakukan dokter hewan. Baru nanti berlanjut ke tahap sosialisasi bersama koloninya.

"Nanti ketika bersama koloninya di dalam kandang dipantau pula proses sosialisasinya. Naluri alamiah mereka dibangun sebelum dilepasliarkan secara berkelompok. Pengenalan pakan alami dan psikomotoriknya diperhatikan," paparnya.

Pemeriksaan kesehatan kembali dilakukan kepada hewan sebelum dilepasliarkan. Lutung Jawa harus dipastikan dalam kondisi kesehatan yang baik.

"Jadi tidak langsung dilepas begitu saja. Namun ada proses adaptasi selama semingguan. Baru kami akan buka pintu kandangnya," ujar dia.

Di Malang Raya sendiri ada beberapa tempat yang ideal untuk pelepasan seperti kawasan hutan lindung Gondang Merak Balekambang, Kabupaten Malang.

Habitat berikutnya yang masih disiapkan saat ini yakni kawasan hutan lindung Coban Talun dan Tahura Raden Suryo di Gunung Biru yang masuk wilayah Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto

Sesuai data sejak tahun 2011 JLC-TAFIP sudah melakukan pelepasan lutung berjumlah 124 ekor. Saat ini terdapat 24 Lutung Jawa yang sedang menjalani proses rehabilitasi.

Lutung Jawa itu didapatkan melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam dari hasil sitaan dan penyerahan masyarakat.

"Tidak hanya dilepasliarkan ke habitatnya, Lutung Jawa tetap mendapatkan pengawasan secara berkala. Tim nanti memantau sejauh mana lutung tadi mampu bertahan hidup. Selain itu dilihat juga apakah lutung yang telah dilepas dapat berkembang biak atau tidak," bebernya.

Kendalanya pihaknya belum memiliki alat untuk mendeteksi hewan primata. Berbeda dengan gajah, badak, dan harimau mereka memiliki alat pendeteksi bernama radio caller dan GPS caller. Terbatasnya piranti, membuat monitoring dilakukan secara konvensional.

"Keterbatasan alat menjadi kendala pemantauan. Langkah yang kita ambil yaitu memberikan tanda pada setiap ekor lutung yang kita lepas. Sebab bagian tubuh yang sangat gampang terlihat lutung ya ekornya itu," pungkasnya.

Loading...

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter