Rencana Pemindahan 50% PKL Alun-alun Batu di Malam Tahun Baru Diprotes

Aktivitas PKL di Alun-alun Kota Batu

jatimnow.com - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Batu menutup Alun-alun Batu dan memindahkan 50 persen PKL ke Jalan Panglima Sudirman (Pangsud) saat perayaan malam Tahun Baru 2021 dikeluhkan.

Ketua Paguyuban PKL Pelaku Niaga Sipil (PNS) Batu, Oki Honestyan Adi mengatakan, para PKL menyebut pemerintah atau dinas terkait tidak melakukan koordinasi terlebih dahulu.

"Tiba-tiba mendengar jika 50 persen PKL akan dipindahkan ke Jalan Pangsud. Kami menilai keputusan tersebut berpotensi terjadinya kesenjangan. Pasalnya di kawasan tersebut sudah ada PKL yang ngepos dan berjualan di sana. Lalu bagaimana nasib warga yang berniaga di sana. Kami khawatir malah nanti ada konflik antar PKL," terang Oki, Kamis (17/12/2020).

Menurut Oki, Jalan Panglima Sudirman merupakan jalan protokol. Meski nanti dijadikan satu jalur dipastikan penjualan tidak akan maksimal karena pengendara sekedar melintas. Apalagi belum ada persiapan matang menyangkut kantong parkir pengunjung.

"Kami khawatir malah nanti menganggu jalur utama. Toh jika memang diharuskan tutup, kita pasti mematuhi perintah pemerintah. Tapi ya harus tutup semuanya biar tidak ada kecemburuan sosial," papar Oki.

Baca juga:  Catat! Alun-alun Kota Batu Ditutup saat Malam Tahun Baru

Oki menilai, langkah dinas terkait memecah titik keramaian itu dinilai sia-sia belaka. Karena menurutnya, hal itu hanya akan memindahkan kerumunan baru di titik-titik lainnya.

"Pemindahan PKL dari alun-alun untuk mengurai keramaian agar tak terjadi penumpukan. Kerumunan sebagai upaya pencegahan penularan saat masa pandemi seperti ini. Namun ini terkesan memindahkan saja," ungkap Oki.

Terpisah, Koordinator PKL Alun-alun Batu, Puspita Hardysari menerangkan bahwa pada Rabu (16/12/2020), pihaknya telah melakukan koordinasi dengan polres dan Diskoumdag.

"Datang kemarin pas rakor, memang tidak semua PKL dipanggil dalam rakor tersebut, mengingat jumlah PKL di Alun-alun Batu sendiri berjumlah sekitar 460 orang yang terbagi dalam 8 paguyuban," jelas Pipit-sapaannya.

Pipit mengaku, rakor itu belum mendapatkan keputusan apapun karena kemarin belum ada keputusan final. Sebab rakor yang dilakukan masih dalam proses pemaparan dan banyak pertimbangan sebelum disepakati.

"Kalau isi pemaparan masih seputar rekayasa lalulintas. Nanti akan ada rapat lanjutan. Intinya keinginan pedagang yaitu keadilan, maksudnya merata. Kalau memang harus tutup ya tutup semua tanpa kecuali," tambah dia.

Pipit pun tak ingin adanya gesekan antar PKL bila pemindahan jadi dilakukan. Karena berhadapan dengan banyak orang yang memiliki karakter dan SDM yang tidak sama.

"Tak segampang itu. Takutnya kalau memang kebijakan itu tidak merata bakal timbul kesenjangan. Lebih baik antisipasi dari pada timbul konflik. Kita tunggu pada 20 Desember saat rakor di Polres Batu," jelasnya.

Loading...

Terpisah, Kadiskoumdag Kota Batu, Eko Suhartono mengaku sudah melibatkan PKL dalam rencana pemindahan itu.

"Jadi ini masih belum final. Nanti akan kita pertemukan semua paguyuban, karena kemarin hanya pemaparan saja," pungkas dia.

 

Berita Terkait