DPKP Bakal Tambah Tujuh Titik Hidran Kebakaran di Kota Batu

jatimnow.com - Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Batu berencana menambah tujuh unit hidran untuk mempercepat penangganan kebakaran.

Kepala DPKP Kota Batu, Himpun menerangkan penambahan hidran menjadi prioritas karena keberadaan sangat vital agar penangganan kebakaran lebih cepat.

Loading...

"Terutama wilayah yang areanya sulit terjangkau mobil pemadam kebakaran (Damkar). Kita akan tambah tujuh unit menyebar di tiga kecamatan, sejauh ini cuma ada tiga titik penempatan hidran yaitu Alun-alun Batu, Desa Sidomulyo, dan Desa Pesanggrahan tepatnya depan Hotel Orchid," jelas Himpun, Rabu (10/3/2021).

Untuk titik lokasi DPKP masih menunggu kajian perencanaan. Contohnya bila penempatannya di Kelurahan Temas, titik ideal penempatan hidran akan ditentukan setelah kajian selesai.

"Kelurahan Temas itu kan luas. Maka harus ada kajian agar bisa menentukan letak strategis penempatan hidran. Agar akses mobil damkar jauh lebih cepat dan penangganan maksimal," ujar dia.

Ketua Komisi B DPRD Kota Batu, Hari Danah Wahyono mengutarakan hiring untuk mengetahui sejauh mana kesiapsiagaan DPKP mengatasi kebakaran atau mencegah adanya kebakaran dan apa saja yang dibutuhkan.

"Tak bisa dipungkiri, dinas ini sangat dibutuhkan masyarakat dalam menanggulangi musibah kebakaran. Rencananya nanti mulai Maret sampai Mei pemasangan hidran di tempat-tempat umum sudah bisa dilakukan," tegasnya.

Politisi Gerindra ini berpesan agar penempatannya tepat terlebih area permukiman padat penduduk. Hidran merupakan langkah penyelamatan awal jika sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

"Contohnya wilayah yang kebakaran yaitu perkampungan padat biasanya bila ada kebakaran cepat merembet sehingga perlu pemasangan hidran agar cepat ditanggulangi mencegah terjadinya kerugian parah. Masyarakat juga bisa memanfaatkan sembari menunggu petugas datang," harapnya.

Namun ia berpesan, hidran tak hanya terpasang tapi juga harus dirawat agar bisa berfungsi ketika dibutuhkan. Agar rencana ini terealisasi dana operasional yang disediakan harusnya cukup di DPKP, tapi di awal tahun dikurangi.

"Perannya vital, seharusnya DPKP diberi dana yang memadai. Akhirnya hanya ada pemasangan tujuh titik hidran dengan anggaran tiap unit Rp 100 juta. Kalau saya fikir tujuh hidran itu masih kurang, wilayah Kota Batu kan luas," bebernya.

Ia pun berencana dalam perubahan anggaran keuangan (PAK) kembali menganggarkan.

"Jangan dipandang remeh tugas dan fungsi DPKP karena musibah ini bisa mengancam siapa dan kapan saja," tandasnya.

Berita Terkait