Diduga Dianiaya Tetangga Kos, Pelajar SD di Surabaya Koma

Fugita Purnama, paman korban

jatimnow.com - Warga Simpang Darmo Permai Selatan, Surabaya berinisial Fugita Purnama (36) mendatangi Polrestabes Surabaya, Jumat (28/5/2021) siang. Kedatangannya untuk menanyakan perkembangan laporan kasus penganiayaan yang menimpa keponakannya.

Purnama melaporkan seseorang berinisial WB (46), warga Garut, Jawa Barat yang indekos di Jalan Kupang Krajan Gang 5 No. 25, Surabaya atas dugaan penganiayaan terhadap pelajar kelas 6 SD berinisial JM (12), keponakan Purnama. Korban mengalami luka parah hingga tidak sadarkan diri.

Loading...

Menurut Purnama, WB saat ini telah kabur. Sehari-hari WB indekos di Jalan Kupang Krajan Gang 5 No. 25. Sedangkan keponakannya tinggal bersama kakek dan ibunya di Jalan Kupang Krajan Gg. 4, Surabaya.

Setelah dilakukan visum, korban diketahui mengalami sejumlah luka. Di antaranya tengkorak kepala retak, mata kiri berdarah dan wajah bagian kiri juga bengkak. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 14.00 WIB, Rabu (26/5/2021).

"Saat korban ditemukan dalam kamar kos terlapor, korban dalam kondisi terluka dan berdarah. Di lokasi ditemukan batu paving. Dugaannya dipukul dengan batu paving itu," jelas Purnama.

Purnama melanjutkan, setelah ditemukan, korban langsung dilarikan ke RSU dr Soetomo Surabaya.

"Saya ke lokasi kejadian dan saat itu juga ada polisi yang mendatangi TKP. Hingga saya lapor ke Polrestabes Surabaya ini," tambahnya.

Hingga saat ini korban masih di rumah sakit dan masih koma. Pada saat korban ditemukan, terduga pelaku dan keluarganya sudah pergi meninggalkan kamar kosnya.

"Motifnya belum diketahui. Tapi saat itu korban membawa HP," imbuhnya.

Sebelum ditemukan, lanjut Purnama, korban membawa HP merek Oppo Reno4 dan hilang hingga saat ini.

Sementara Kanit Resmob Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Arief Rizky Wicaksana membenarkan adanya laporan penganiayaan tersebut.

"Masih kami selidiki dan mencari bukti terkait kasus tersebut. Secepatnya akan segera memanggil saksi dari keluarga korban. Kita sudah koordinasi dengan keluarga korban," tandasnya.

Berita Terkait