jatimnow.com
Gandeng Komisi Penyiaran, Unesa Gagas Kampung Cerdas Bermedia

Focus Group Discussion yang digelar Unesa bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia pada Senin (1/6/2021)

jatimnow.com - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) bekerjasama dengan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menyelenggarakan Focus Group Discussion Riset Indeks Kualitas Program Siaran Televisi.

Dalam kegiatan yang digelar Senin (1/6/2021) itu, Unesa menerjunkan akademisi-akademisi handal dari Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum untuk melakukan riset berbagai tayangan televisi sebagai dasar pembuatan kebijakan dan penentuan keputusan.

Riset yang telah dilaksanakan sejak 2017 ini menjadi penguatan dari KPI sebagai lembaga independen yang mengatur penyiaran untuk terus meningkatkan program siaran.

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

"Kami punya tanggungjawab untuk memastikan frekuensi digunakan sebaik-baiknya. Jangan sampai program siaran bermuatan kekerasan, radikalisme dan terorisme, maupun pornografi," ungkap Komisioner KPI Pusat, Nuning Rodiah dalam siaran pers yang diterima redaksi, Selasa (2/6/2021).

Pada tahun keempat kolaborasi antara Unesa dengan KPI ini, Wakil Rektor Bidang Akademik Unesa, Prof. Dr. Bambang Yulianto memberikan sebuah usulan pembentukan Kampung Cerdas Bermedia.

Hal ini diinisiasi dari salah satu program dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), yaitu konsep Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang salah satunya melalui pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN).

"Di Unesa, program KKN ini diwujudkan dalam berbagai tema, sehingga hasilnya lebih nyata karena programnya lebih terfokus. Saya berinisasi ke depannya, ada pembentukan Kampung Cerdas Bermedia," terang Bambang.

"Misalnya satu kabupaten dipilih satu sampai dua pelopor yang akan kita beri pendampingan tentang bagaimana mengonsumsi media secara cerdas. Di sisi lain masyarakat juga dapat menangkal terjadinya serta tersebarnya hoaks," tambahnya.

Bambang menegaskan, Unesa siap mendukung pilot project ini sebagai salah satu tema dalam program KKN Unesa. Gagasan itu langsung disambut baik oleh Nuning.

"Saya merasa berbunga-bunga karena mendapat pencerahan luar biasa. Ide ini dapat bersinergi dengan program KPI, karena sebelumnya KPI memiliki program literasi sejuta pemirsa, memang yang difokuskan masih masyarakat perkotaan. Kalau dengan usul tadi, ini dapat menjadi penguatan usul yang integratif," tutur Nuning.

Loading...

Nuning berharap, program pendampingan literasi digital dan televisi ini dapat membuat masyarakat cerdas dalam menentukan program siaran yang ditonton. Begitu pula menentukan jam-jam yang sehat untuk anak menonton program televisi.

"Saya sudah berkomitmen untuk bekerjasama dengan Unesa. Tidak hanya dengan riset, tapi juga Kampung Cerdas Bermedia. Kami juga melibatkan semua industri televisi untuk bergabung di kegiatan itu," tegasnya.

Berita Terkait