Pixel Code jatimnow.com

KRI Bung Hatta-370 Angkut Ratusan Paket Bantuan untuk Korban Gempa NTT

Editor : Dadang Kurnia  
KRI Bung Hatta-370. (Foto: Koarmada II for jatimnow.com)
KRI Bung Hatta-370. (Foto: Koarmada II for jatimnow.com)

jatimnow.com – Merespons cepat status darurat bencana gempa bumi yang melanda wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT), TNI Angkatan Laut langsung mengerahkan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Bung Hatta-370 (KRI BHT-370). Unsur dari Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II ini resmi bertolak dari Kendari menuju Maumere, NTT, untuk menjalankan misi kemanusiaan pada Minggu (16/8/2026).

Operasi tanggap darurat bencana laut ini dipimpin langsung oleh Komandan Gugus Keamanan Laut (Danguskamla) Koarmada II, Laksma TNI Edy Setyawan, yang berada langsung di atas kapal (onboard) memimpin jalannya misi KRI BHT-370.

"Pengerahan KRI Bung Hatta-370 ini menjadi wujud nyata kesiapsiagaan dan respon cepat personel TNI Angkatan Laut, khususnya jajaran Koarmada II, ketika negara membutuhkan dukungan operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana berskala besar," ujarnya.

Baca juga:
Gempa NTT, LMI Rescue dan RNPB Terjunkan Tim Assesmen ke Lokasi Terdampak

KRI BHT-370 bertolak dari Dermaga Murhum Pangkalan TNI AL (Lanal) Kendari. Dalam pelayarannya menuju titik pusat penanganan bencana di Maumere, kapal perang ini harus menempuh jarak sejauh kurang lebih 314 nautical mile (mil laut).

Dengan kesiapan penuh baik dari sisi personel maupun material kelautan, KRI BHT-370 tidak berlayar dengan tangan kosong. Kapal ini membawa muatan ratusan paket bantuan kemanusiaan serta bahan kontak yang merupakan hasil dukungan patungan dari Guskamla Koarmada II dan Lanal Kendari.

Baca juga:
KRI Nala-363 Sandar, Bawa Puluhan Korban Kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2

Kehadiran unsur tempur dan logistik Koarmada II di perairan NTT ini diharapkan dapat mengakselerasi upaya percepatan penanganan kondisi darurat, menyalurkan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dengan aman, sekaligus meringankan beban penderitaan para korban gempa bumi di wilayah Nusa Tenggara Timur.