jatimnow.com
Festival Drum Band Ethnic Banyuwangi Yang Membuat Kagum

Seorang peserta memaerkan kepiawaiannya menabuh alat musik tradisional kendang.

jatimnow.com – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menggelar Festival Drum Band Ethnic, Minggu (4/3/2018).

Sesuai dengan tema,  pertunjukan yang diikuti oleh kalangan pelajar dari berbagai sekolah itu mempertontonkan musik modern dan tradisional.

Pagelaran yang menggabungkan dua tema tersebut mendapatkan apresiasi dari Persatuan Drum Band Indoneisa (PDBI).

Bagaimana tidak, alat musik modern seperti snare, bass, terompet, baritone horn, kuarto tom-tom, marching bells, symbal digabungkan dengan alat musik tradisional diantaranya, kendang, bonang, angklung, rebana, dan kolintang saling bersahut-sahutan.

Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, penampilan dari mereka sangat menghibur dan berhasil mengkolaborasikan antara modern dan tradisional.

Kolaborasi-kolaborasi seperti itu, menurutnya, pengenalan di telinga maupun secara visual lebih mudah dan nyaman hingga semuanya terhibur.

“Saya kira ini cukup bagus, dan exercize kami diapresiasi oleh PDBI dari Jakarta. Dan ini malah menarik dia (PB-PDBI) ingin menggelar secara nasional di Banyuwangi,” kata Azwar Anas usai membuka Festival Drumband Ethnic 2018 di depan kantor Bupati Banyuwangi Jalan Ahmad Yani.

Setelah pembukaan, masing-masing peserta yang diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai sekolah se-kabupaten Banyuwangi, memamerkan aksi bermusiknya dengan titik start depan kantor Bupati Banyuwangi hingga Taman Blambangan sejauh 2,5 kilo meter.

Kedepan, Azwar Anas berharap, kepada para stake holder dibidang musik dan kesenian serta pihak penyelenggara untuk mencoba berkolaborasi.

Misalnya, dalam pagelaran Festival Santri, 22 Oktober, antara musik kesenian hadrah dikolaborasikan dengan musik drum band.

“Sehingga akan ada kolaborasi yang menarik dan lebih meriah dengan nuansa sholawat,” tukasnya.

Loading...

Reporter: Hafiluddin Ahmad

Editor: Arif Ardianto

Berita Terkait