Pixel Code jatimnow.com

Wisata Kebun Durian Gresik, Pengunjung dapat Nikmati Montong hingga Musang King

Editor : Sandhi Nurhartanto   Reporter : Sahlul Fahmi

jatimnow.com - Wisata Kebun Durian di Desa Kebonagung, Kecamatan Ujungpangkah, Kabupaten Gresik diserbu wisatawan.

Sehari, ratusan pengunjung datang menyerbu kebun durian seluas 4,5 hektar tersebut. Sejak dibuka dua minggu lalu, omset wisata ini telah mencapai Rp 250 juta.

"Setiap hari ada ratusan pengunjung yang datang. Kalau untuk omzetnya dalam dua minggu ini sudah mencapai Rp 250 juta," kata Govaldo Ircham Maulana, pemilik kebun durian, Jumat (8/10).

Pengusaha berusia 23 tahun itu menjelaskan di lahannya tersebut terdapat 400 pohon durian. Pohon-pohon tersebut ia tanam sejak tahun 2010.

Di kebun ini para pengunjung juga bisa menikmati berbagai jenis durian mulai durian Sumatra, durian montong hingga durian musang king.

Para pengunjung yang datang diberi keleluasaan untuk memilih dan menikmati sesuai seleranya masing-masing. Adapun harga dari durian yang ditawarkan mulai dari Rp 60 ribu hingga Rp 500 ribu per buahnya.

Baca juga:
SIG dan PLN Perkuat Sinergi untuk Akselerasi Transisi Energi Menuju Industri Hijau

"Harganya bervariasi. Kalau yang murah durian Sumatera, perbuah hanya di kisaran Rp 60 ribu. Namun untuk durian musang king harga perbuahnya bisa mencapai Rp 500 ribu," bebernya.

Govaldo menyebut jika saat ini Wisata Kebun Durian miliknya ini merupakan satu-satunya di Kabupaten Gresik.

Ia mengakui bahwa untuk bisa menanam pohon durian hingga berbuah di wilayahnya bukan hal yang mudah. Pasalnya wilayah kebunnya termasuk dataran rendah karena dekat dengan Pantai Utara Jawa.

Baca juga:
Petrokimia Gresik Dorong Pertanian dan Industri Kimia Nasional Berkelanjutan

“Durian biasanya bisa tumbuh subur di dataran tinggi, tapi pohon durian milik saya justru tumbuh di dataran rendah. Alhamdulillah bisa tumbuh dan berbuah dengan baik," ucapnya.

Giovaldo juga menambahkan saat awal menanam pohon durian, sebenarnya ia juga menanam pohon jeruk dan buah naga. Namun pada perjalanannya buah naga hasilnya dirasa kurang menjanjikan.

"Akhirnya saya hanya fokus mengembangkan durian dan jeruk," pungkas Govaldo.