jatimnow.com
14 Mahasiswa Untag Surabaya Lolos Program Pejuang Muda Kemensos RI

Kampus Untag Surabaya. Foto: jatimnow.com

jatimnow.com - Sebanyak 14 mahasiswa perwakilan Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya, lolos program ‘Pejuang Muda’ yang diinisiasi oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Ketua Pengembangan dan Implementasi Bentuk Pembelajaran Untag Surabaya Wiwin Widiasih menjelaskan, program ini melibatkan mahasiswa untuk ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia.

“Mahasiswa akan ditempatkan di lokasi seperti daerah pasca bencana, kantong kemiskinan dan komunitas adat terpencil,” kata Wiwin Widiasih.

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

“Program ini terhubung dengan kebijakan Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM) yang dicanangkan oleh Kemendikbudristek RI karena di MBKM ada proyek kemanusiaan,” lanjutnya.

Dia mengatakan puluhan mahasiswa Untag Surabaya yang terpilih itu statusnya masih duduk di bangku semester lima dan melewati serangkaian seleksi.

“Setelah sosialisasi, kita (Untag Surabaya) mengirimkan 22 peserta, tapi yang lolos hanya 14 mahasiswa. Mereka mengikuti dua tahap seleksi, ada seleksi administrasi dan LGD (Leaderless Group Discussion),” jelasnya

Sementara itu, dalam mengikuti proses belajar mengajar selama mengemban amanah dalam program pejuang muda, mahasiswa tetap mengikuti proses perkuliahan secara hybrid.

“Aktivitas online dan offline akan menjadikan mahasiswa bisa belajar langsung di lapangan sekaligus menggerakkan banyak orang untuk berkontribusi via online,” bebernya.

Dipaparkan Wiwin, para mahasiswa akan melakukan pengembangan program bantuan sosial, pemberdayaan fakir miskin dan lansia, pola hidup sehat dan kesehatan lingkungan hingga yang berkaitan dengan fasilitas untuk kepentingan umum.

"Mahasiswa berperan sebagai agen perubahan sosial, melalui pemetaan masalah, identifikasi alternatif solusi, formulasi solusi terbaik, perencanaan sumber daya dan capaian, pengerahan peran serta elemen masyarakat hingga implementasi dan pelaporan serta pengukuran dampak," paparnya.

Dalam implementasi program Pejuang Muda yang akan dilaksanakan mulai November 2021 sampai Januari 2022, Untag Surabaya menarget beberapa prinsip. Di antaranya berdampak, inklusif, dan kolaboratif.

“Harapannya Capaian Mata Kuliah (CPMK) dan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) bisa tercapai, karena setiap mata kuliah, sesuai kurikulum, ada soft skill. Jadi mahasiswa bisa terjun ke masyarakat dengan soft skill selain mengimplementasikan hard skill,” jelas Wiwin.

Pasca program, lanjutnya, mahasiswa pun akan menerima konversi Satuan Kredit Semester (SKS).

Loading...

“Kalau tidak bisa akan diganti dengan Surat Keterangan Pendamping Ijazah Dengan implementasi program tersebut," ungkap Wiwin.

“Semoga tahun depan kita lebih siap, karena terkait pemeringkatan. Jadi mulai saat ini sudah disiapkan program MBKM," imbuhnya.

Berita Terkait