Jokowi Minta Pelaku UMKM Manfaatkan Teknologi sebagai Sarana Promosi

Editor: Arif Ardianto / Reporter: Arry Saputra

Pidato Presiden Joko widodo dihadapan ribuan pelaku UMKM di Surabaya

jatimnow.com - Dalam sambutannya pada acara peluncuran penurunan Pajak Penghasilan (PPh) Final UMKM di JX International Surabaya, Jumat (22/6/2018), Presiden Republik Indonesia Joko Widodo menyampaikan pesan kepada para pelaku UMKM di Indonesia untuk melihat kondisi kompetisi global dan ekonomi global .

Jokowi menyampaikan, agar para pelaku usaha memanfaatkan media sosial yang dimiliki, baik itu akun perusahaan maupun akun pribadi untuk sesegera mungkin menyesuaikan diri dengan perkembangan media sosial.

"Online store bisa lewat Facebook pribadi, gunakan itu. Lewat Instagram, silahkan gunakan. Bikin video promosi juga trus unggah di YouTube,"terangnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut juga berpesan kepada pelaku usaha untuk tidak ketinggalan menggunkan platform digital seperti e-commerce.

"Jangan sampai kita jualan nunggu di toko di rumah, padahal dunia sudah berubah. Ini yang harus kita ikuti. Dunia sudah berubah sangat cepat. Kalau kita tidak ikuti ya tahu-tahu negara kita akan ditinggal," ujarnya.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga sempat mengamati beberapa produk UMKM Jatim yang dipajang di depan pintu masuk JX International. Jokowi mengapresiasi para pelaku usaha yang sudah mengemas produknya dengan baik.

"Tapi masih banyak produk bagus tapi kemasan tidak bagus. Buatlah kemasan baik dan nama produk yang baik sehingga gampang dikenal masyarakat dan dibeli oleh konsumen," tuturnya.

Selain itu Jokowi juga bertanya kepada para pelaku usaha terkait mekanisme pengurusan ijin usaha. Jokowi berharap para pengusaha dapat mengurus ijin usahanya sesegera mungkin dengan efisien.

"Ini yang juga mau kita benahi. Sudah gak musim ngurus ijin berminggu-minggu, berbulan-bulan. Bentar lagi, baru kita siapkan regulasinya," jelasnya.

Pesannya yang terakhir yaitu terkait Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pada kesempatan ini Jokowi langsung mempertemukan pelaku usaha yang merasa kesulitan untuk mengambil pinjaman dengan Direktur Utama Bank Rakyat Indonesia.

"Pemerintahan sudah mengucurkan subsidi sebesar kurang lebih Rp10 Triliun untuk menurunkan bunga KUR yang semula 22 persen menjadi 7 persen. Untuk KUR mikro tidak ada jaminan. Kalau sampai ada yang mintai jaminan, bilang ke Pak Dirut," pungkasnya.

Reporter: Arry Saputra
Editor: Arif Ardianto


Tinggalkan Komentar

jatimnow.com menyajikan pemberitaan di daerah Jawa Timur dan sekitarnya, menyajikan berita yang dikemas dengan apik tanpa mengabaikan nilai-nilai jurnalisme.

Jalan Jimerto No. 17a Surabaya

Call:  (031) 99248116

Email: jatimnow@gmail.com

Newsletter