jatimnow.com
7 Remaja Pembuat Konten Video Carok di Kota Pasuruan Minta Maaf

Tujuh remaja pembuat konten video meminta maaf (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)

Kota Pasuruan - Ketujuh remaja yang membuat konten video sandiwara dua kelompok duel carok di Makam Cina yang berada di Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan meminta maaf kepada masyarakat di hadapan petugas Mapolsek Purworejo, Polres Pasuruan Kota.

Setelah menjalani pemeriksaan keterangan oleh polisi, ketujuh remaja di bawah umur itu pun diserahkan kepada orang tua masing-masing disaksikan ketua RT dan tokoh masyarakat setempat

"Karena ketujuh pembuan konten video masih remaja, mereka kami serahkan kembali ke orang tua mereka masing-masing untuk dibina," jelas Kapolsek Purworejo, Polres Pasuruan Kota, Kompol Tatuk Irianto, Selasa (23/11/2021).

Hotel Sahid Surabaya 2222 Best Wedding Dates

Baca juga: Konten Video Duel Carok di Kota Pasuruan Jadi Viral, 7 Remaja Diamankan

Dihadapan polisi, ketujuh remaja mengaku iseng saja membuat konten video tersebut untuk rencananya di upload di akun YouTube. Mereka pun tidak menyangka jika video tersebut bakal viral dan membuat resah masyarakat Kota Pasuruan.

"Mereka berjanji kedepannya untuk berhati-hati dalam membuat konten video. Atas viralnya video tersebut, mereka meminta maaf kepada setiap masyarakat yang resah," ungkapnya.

Tatuk pun berharap kepada masyarakat yang membuat konten video di YouTube untuk bijak dan tidak membuat resah masyarakat yang melihat.

"Kami tidak membatasi kreativitas masyarakat. Selama itu bersifat mendidik dan tidak memuat konten video yang berisi kekerasan atau menghina, salah satu suku, ras dan agama," tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, konten video yang merekam aksi dua kelompok remaja duel carok dengan berbagai senjata di komplek Makam Cina di Kelurahan Pohjentrek, Kecamatan Purworejo, Kota Pasuruan menjadi viral di media sosial (medsos).

Terhitung ada dua potongan video yang merekam aksi tersebut. Salah satu video yang berdurasi 30 detik, merekam aksi satu kelompok remaja yang duduk-duduk, tiba-tiba didatangi oleh kelompok lain.

Setelah itu, dua kelompok tersebut pun sama-sama bergerak untuk bentrok. Hampir setiap remaja yang terekam kamera menenteng senjata tajam seperti golok dan celurit.

Aksi duel pun kemudian terjadi, para remaja tersebut saling menebaskan senjata tajam dan tendangan melompat, namun tidak ada yang terluka.

"Mati koen (mati kamu)," ucap remaja laki-laki yang merekam video.

Loading...

Di detik terakhir, terlihat seorang remaja berkos lengan panjang bercelana pendek dan mengenakan topi tergeletak di tanah seperti terkena bacokan senjata.

Pada video kedua yang berdurasi 17 detik, kelompok mereka kemudian menyeret seorang remaja yang tergeletak seperti terkena luka bacok tersebut.

"Ayo bantu, jangan di video saja," ucap remaja lain dalam video tersebut.

Berita Terkait