Pixel Codejatimnow.com

Bergambar Khofifah-Emil, Bantuan Demokrat untuk Korban Banjir Ditolak

 Reporter : Erwin Yohanes
Jajaran DPC Demokrat Banyuwangi ketika menyampaikan bantuan langsung kepada warga./Foto: Hafiluddin Ahmad
Jajaran DPC Demokrat Banyuwangi ketika menyampaikan bantuan langsung kepada warga./Foto: Hafiluddin Ahmad

jatimnow.com - Dewan Pengurus Cabang (DPC) Demokrat Banyuwangi berniat menyalurkan bantuan air mineral terhadap korban banjir. Namun, pihak BPBD Banyuwangi menolak bantuan tersebut.

Alasan penolakan tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi Eka Muharram.

Dia menyebutkan, bahwa di dalam kemasan air mineral yang diperbantukan tersebut terdapat gambar pasangan calon Pemilihan Gubernur Jatim, Khofifah-Emil Dardak.

"Kami berpedoman kepada peraturan perundang-undangan yang salah satunya adalah non-proliter. Berarti tidak boleh berpolitik," ungkap Eka kepada wartawan di Balai Desa Alas Malang, Sabtu (23/6/2018) malam.

Eka menjelaskan, sebagai lembaga yang bergerak di bidang penanggulangan bencana pihaknya mengaku berpedoman pada mekanisme dan aturan perundang-undangan.

Menurutnya, dirinya tidak bermaksud secara serta merta menolak bantuan bagi korban bencana seperti yang terjadi di Desa Alas Malang ini yang melanda Dusun Karangasem, Wonorekso, Bangunrejo, dan Gurit.

Baca juga:
Foto: Melihat "Surga" di Bawah 7 Bukit Banyuwangi

"Tolonglah tidak menggunakan atribut-atribut politik untuk memberikan bantuan maupun sumbangan. Karena sumbangan itu tidak ada kepentingan apapun. Jadi, kepentingannya murni kepentingan kemanusiaan," papar Eka.

Dari informasi yang diterima jatimnow.com, sebelumnya rombongan DPC Partai Demokrat Banyuwangi sempat memberikan langsung bantuan air mineral kepada beberapa warga di Dusun Wonorekso Desa Alas Malang Kecamatan Singojuruh.

"Kalau berbau politik, kita, kita ee.. tolong diganti kemasannya. Bukan menolak," tegasnya.

Baca juga:
Pemkab Banyuwangi Ciptakan Inovasi Layanan Uji Tanah Berbasis Internet, Apa Itu?

Reporter: Hafiluddin Ahmad

Editor: Erwin Yohanes