jatimnow.com

Jenazah Sempat Tertahan, Ini Penjelasan RS Anwar Medika Sidoarjo

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Achmad Supriyadi
Wakil Bupati Sidoarjo H Subandi saat bersama keluarga almarhum Tukiman. (Foto: Diskominfo Sidoarjo) 🔍
Wakil Bupati Sidoarjo H Subandi saat bersama keluarga almarhum Tukiman. (Foto: Diskominfo Sidoarjo)

Sidoarjo - Direktur RS Anwar Medika, dr Nungky Taniasari memberi klarifikasi terkait tudingan menahan jenazah almarhum Tukiman yang meninggal dunia pada Senin (10/1/2022) lalu.

Ia mengatakan, pihaknya sudah melakukan proses pemulasaraan jenazah sesuai prosedur. Sebab itu ia menampik kabar penahanan jenazah warga Dusun Sumotuwo, Desa Sumokembangsri, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo tersebut.

"Kabar tersebut tidak benar. Kami tetap memberikan pelayanan secara prosedural," kata dr Nungky Taniasari saat dikonfirmasi lewat telepon seluler, Rabu (12/1/2022).

Loading...

Menurutnya, almarhum dirawat selama tiga hari sejak Sabtu (8/1) hingga nafas terakhirnya Senin (10/1). Sudah mendapatkan perawatan yang layak dan memberi tahu jika Kartu Indonesia Sehat (KIS) milik almarhum sudah tidak aktif.

"Mulai awal dirawat selama tiga hari itu pihak rumah sakit sudah menanyakan kalau Kartu Indonesia Sehat (KIS) milik almarhum sudah tidak aktif dan diarahkan ke pasien umum," jelasnya.

Baca Juga: Kasihan, Jenazah di Sidoarjo Sempat Ditahan RS karena Belum Lunasi Perawatan

Ia menambahkan, pelayanan sesuai prosedur untuk biaya umum adalah keputusan keluarga sejak awal pasien menjalani rawat inap. "Sekali lagi saya tekankan penyanderaan jenazah tersebut tidak benar. Kami sudah melakukan pelayanan dan pemulasaraan secara prosedural," cetusnya.

Kejadian tersebut membuat prihatin Wakil Bupati Sidoarjo H Subandi, ia mengatakan, pemerintah kabupaten tidak bisa mencover biaya perawatan almarhum dikarenakan dirawat dirumah sakit swasta.

"Alhamdulillah jenazah sudah dibawa pulang dan dikebumikan. Semoga hal seperti ini tidak terulang lagi," terang Subandi di balai Desa Sumokembangsri.

Ia menambahkan, Kartu Indonesia Sehat/KIS yang dimiliki almarhum juga sudah berhenti. Namun dirinya bersama paguyuban kepala desa Sidoarjo berupaya menuntaskan permasalahan seperti itu.

Dirinya mewanti-wanti kepada seluruh pejabat pemerintahan untuk segera menyelesaikan persoalan seperti ini bila terjadi dan berharap tidak terulang lagi. "Harapan saya kedepan jangan sampai terjadi seperti ini lagi," pungkasnya.