jatimnow.com

Gempa M 4,1 Guncang Perairan Bangkalan, Pakar Ingatkan Soal Patahan

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Ni'am Kurniawan
Gempa M 4,1 terjadi di Perairan Bangkalan, Madura (Foto: Akun @infoBMKG)) 🔍
Gempa M 4,1 terjadi di Perairan Bangkalan, Madura (Foto: Akun @infoBMKG))

Surabaya - Gempa magnitudo 4,1 mengguncang perairan Bangkalan, Madura. Gempa tektonik yang terjadi pada kedalaman 14 kilometer di dasar laut itu terjadi, disebut karena faktor pergerakan sesar atau patahan yang berada di zona tersebut.

Pakar Geologi Institut Sepuluh November Surabaya (ITS) Dr Amien Widodo mengatakan, patahan yang ada di antara Bangkalan dan Surabaya itu memang bisa menimbulkan gempa jika ada pergerakan.

"Kalau dia bergeser, maka dia bisa menimbulkan gempa. Kalau di selatan Jawa itu namanya Gempa Megatras yang besar bisa sampai 8 (magnitudo) lebih yang dulu BMKG pernah cerita itu," tutur Amien kepada jatimnow.com, Sabtu (15/1/2021).

Loading...

Baca juga: Gempa Magnitudo 4,1 Guncang Perairan Bangkalan Madura

"Kalau patahan tadi itu sistemnya sendiri-sendiri di tengah Pulau Jawa, Sumatera, Bali, semua punya. Jadi dilewati sesar. Jadi sesar ini memang berpotensi gempa. Buku studi gempa nasional menyebutkan berikut," sambungnya.

Menurut Amien, gempa yang terasa hingga Surabaya dan Sumenep itu merupakan alarm bagi masyarakat Jawa Timur untuk mempersiapkan diri.

"Gempa yang tadi sore itu alarm istilahnya. Jadi sudah bergeser itu patahan tadi atau sesar tadi," tegas dia.

Amien menyarankan agar pemerintah segera melakukan penilaian dan kajian mendalam tentang kesiapan warga menghadapi bencana.

"Jadi saran saya pemerintah ini melakukan assesmen atau penilaian terhadap bangunan di Kota Surabaya, kemudian juga sifat tanahnya. Jadi gempa itu tidak membunuh, tapi bangunannya yang bisa membunuh," paparnya.

"Gempa itu nggak bisa diprediksi. Kita yang harus menyiapkan diri, kita harus beradaptasi," tambah Amien.

Sebelumnya BMKG juga telah meminta agar masyarakat tetap tenang terhadap potensi gempa susulan.

"Hati-hati terhadap gempabumi susulan yang mungkin terjadi," tulis BMKG dalam akun Twitternya @infoBMKG.

Loading...