Pixel Code jatimnow.com

Balita di Sidoarjo Tak Punya Lubang Anus Butuh Bantuan, 2 Tahun Menunggu Operasi

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Achmad Supriyadi
DN saat bersama ibunya. (Foto: Muha for jatimnow)
DN saat bersama ibunya. (Foto: Muha for jatimnow)

Sidoarjo - Muhammad Haidar Dhanu Abrisam (2) balita di Desa Ketegan, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo tidak mempunyai lubang anus. Ia menderita atresi ani atau anus imperforata, yaitu kelainan kongenital yang menyebabkan anus tidak terbentuk dengan sempurna.

Putra dari pasangan bapak Hafid Nurussoba (41) dan Ibu Nurul Hidayati (40) itu lahir secara caesar di RSUD dr Soetomo Surabaya.

Penyakit Haidar itu terungkap setelah pihak rumah sakit mengetahui kalau si bayi sempat membuang air besar melalui lubang alat kelaminnya berbarengan dengan buang air kecil.

Banner Morula IVF Landscape

Akhirnya pihak rumah sakit langsung mengambil tindakan dengan melakukan operasi (pembuatan pembuangan air besar di samping perut sebelah kiri).

"Setelah Haidar lahir, kemudian diperbolehkan pulang pada tanggal 28 Januari 2020 (pasca-operasi). Kemudian kontrol setiap satu Minggu sekali selama tiga kali. Setelah kontrol ketiga, pihak RS mendaftarkan si bayi untuk operasi kedua. Namun hingga 2 tahun, operasi belum juga dilaksanakan. Katanya pihak rumah sakit diundur nunggu giliran. Hingga saat ini Haidar belum ditangani sama pihak Rumah Sakit dr Soetomo," kata Nurul ketika ditemui di rumahnya, Senin (17/1/2022).

Ia menambahkan, selama Haidar berada di rumah dia juga rutin membawanya ke Posyandu desa hingga sekarang. Pihak kader dan bidan desa sudah mengetahui bahwa Haidar ini menderita atresia ani. Malahan Haidar mendapatkan jatah susu protein dari puskesmas.

Namun untuk tindakan penyembuhan si bayi, bidan desa hanya memberikan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) untuk diarahkan ke RSUD Sidoarjo.

"SKTM itu untuk digunakan ke RSUD Sidoarjo, namun tidak ada pengawalan, sehingga saya juga bingung pada waktu itu. Akhirnya saya bersama suami membawa anak ke RSUD Sidoarjo. Setelah sampai di sana, kami disarankan untuk ke RSUD dr Soetomo Surabaya, karena penanganan operasi awal dilakukan di Surabaya," terangnya.

Ibu dari tiga anak itu berharap, pemerintah daerah turun tangan mengatasi penyakit yang diderita anaknya

Loading...

"Harapannya pelaksanaan operasi yang kedua dipercepat, karena sudah dua tahun ini tidak ada kabar lagi dari pihak terkait dalam hal ini Rumah Sakit dr Soetomo," pungkasnya.

Loading...