Pixel Code jatimnow.com

Pilihan Pembaca: Rem Blong, Tengkulak Minyak Goreng, Didor Polisi

Editor : Redaksi
Petugas mengevakuasi kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun. (Foto: Moch. Rois/jatimnow.com)
Petugas mengevakuasi kendaraan yang terlibat tabrakan beruntun. (Foto: Moch. Rois/jatimnow.com)

jatimnow.com - Berita peristiwa 5 kendaraan terlibat tabrakan di Simpang Patung Sapi Pandaan, Pasuruan, jadi salah satu pilihan pembaca, Jumat (25/2/2022).

Ada juga berita tentang toko modern di Ponorogo tuding permainan tengkulak yang membuat minyak goreng langka.

Selanjutnya, berita dua tersangka curanmor di 8 TKP di Pasuruan didor polisi karena melawan petugas.

Redaksi merangkum ketiganya.

Gegara Rem Blong, 5 Kendaraan Tabrakan di Simpang Patung Sapi Pandaan Pasuruan

Informasinya, tabrakan ini melibatkan 5 kendaraan. Diantaranya dua kendaraan truk, mobil pikap, mobil mini bus, dan truk tangki air.

Kanit Lantas Polsek Pandaan, Polres Pasuruan, Iptu Gatot Subroto, menerangkan ada korban luka dalam laka tersebut. Namun ia tidak menjelaskan detail jumlahnya.

"Ada yang luka. Tidak ada yang meninggal," jelas Iptu Gatot Subroto saat dihubungi jatimnow.com.

Baca juga:
Dump Truck di Pasuruan Tabrak Pohon hingga Terguling, Sopir Tewas

Toko Modern di Ponorogo Tuding Ada Tengkulak Bermain Minyak Goreng Bersubsidi

Eka menduga ada permainan tengkulak. Karena seringkali dia melihat satu orang membeli minyak goreng bersubsidi secara berulang di tokonya hingga akhirnya ditegur.

"Kami menghindari tengkulak yang menimbun," tegas Eka.

Eka juga menduga bahwa para tengkulak berburu minyak goreng dengan harga Rp 14 ribu di toko-toko modern, lalu dijual kembali dengan harga Rp 22 ribu.

Baca juga:
Penampakan Dua Truk Terlibat Kecelakaan di Jombang ini Bikin Merinding

Dia pun berharap ada solusi dari pemerintah. Sebab memberlakukan satu KTP hanya dapat satu liter sangat susah. Apalagi pemberlakuan mencelupkan tinta seperti pemilu, juga tidak berhasil.

Beraksi di 8 TKP, 2 Maling Motor Spesialis Rumah Kos Kota Pasuruan Didor

Kedua tersangka yakni, M Subhan (24) dan M Ropet (21), warga Blok Masjid, Desa Kedungpengaron, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Kedua pelaku diamankan di TKP terpisah di wilayah Kota Pasuruan.

"Karena melawan, kaki kedua pelaku terpaksa ditembak petugas," jelas Kapolres Pasuruan Kota, AKBP Raden M Jauhari, Jumat (25/2/2022).