Pixel Code jatimnow.com

Warga Mengeluh Banyak Jalan Rusak di Ponorogo

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Mita Kusuma
Jalan rusak dan bergelombang di wilayah Kabupaten Ponorogo. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Jalan rusak dan bergelombang di wilayah Kabupaten Ponorogo. (Foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Ponorogo - Jalan-jalan di Kabupaten Ponorogo rusak parah. Tidak hanya di pinggiran, kerusakan jalan juga terlihat di tengah kota. Bahkan di depan kantor Bupati Ponorogo jalan juga rusak parah.

Sebut saja di Jalan Sultan Agung, Jalan Alun-Alun utara, Jalan Jaksa Agung, Jalan Diponegoro, serta Jalan Gajah Mada. Untuk yang pinggir kota ada di Jalan Raya Ponorogo-Magetan.

Sayid Asfari warga di sekitar Jalan Raya Ponorogo-Magetan, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur bercerita bahwa korban kecelakaan akibat jalan yang rusak parah juga terus berjatuhan.

Banner Morula IVF Landscape

"Gak cuma sekali dua kali. Tigapuluhan orang jatuh itu ada kok. Ada yang patah tulang. Parah pokoknya. Saya bantu sampai mengantar ke rumah sakit juga," ujarnya, Senin (21/3/2022).

Menurutnya, kerusakan jalan sangat parah. Karena jalan yang berlubang saja ukurannya bisa sampai 20 centimeter.

Warga lain, Yusti Pamsi mengatakan kapok melewati Jalan Raya Ponorogo-Magetan. Dia yang bekerja sebagai ASN di salah satu Puskesmas di Kabupaten Madiun harus melintasi jalan setempat.

"Tapi kalau masuk ke Kabupaten Madiun jalan mulus banget. Berbeda dengan di Ponorogo, 'jeglongan sewu' (banyak jalan berlubang)," tegasnya.

Kejadian tidak menyenangkan juga dialami oleh penjual makanan online Adhifa. Dia yang harus mengantar jualannya ketika melintasi jalan-jalan di pusat kota harus berhati-hati. Pasalnya, jika tidak hati-hati, bisa saja makanan yang dia antar hancur tidak berbentuk.

"Jalannya parah banget. Apalagi yang Jalan Sultan Agung. Sampek bingung aku memilih jalan yang mulus," akunya.

Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Henry Indrawardhana menyebut Ponorogo mempunyai jalan kabupaten sepanjang 916 kilometer dan poros desa 600 kilometer. Totalmya ada 1.500 kilometer Jalan.

Loading...

Dia menjelaskan dari 1.500 kilometer jalan itu, yang tidak rusak hanya 45,21 persen atau 678 kilometer. Sedangkan sisanya, 54,79 persen atau 822 kilometer rusak.

"Ya ini masih terus perbaikan. Kami tambal ruas jalan yang dinilai membahayakan. Kemarin sudah menambal seperti di Jabung, Jeruksing," pungkasnya.

Loading...