Pixel Code jatimnow.com

Ramadan Now

Tips Atasi Gangguan Lambung Saat Berpuasa

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Farizal Tito
Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi dan Informasi Unair Muhammad Miftahussurur MKes SpPD PhD.(Foto: Dok. Unair)
Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi dan Informasi Unair Muhammad Miftahussurur MKes SpPD PhD.(Foto: Dok. Unair)

Surabaya - Kondisi puasa mewajibkan Muslim menahan haus dan lapar dari pagi hingga menjelang petang. Dengan waktu yang cukup lama tidak mendapatkan asupan makanan, asam lambung dapat naik. Sebab tidak ada makanan yang dapat diproses cairan tersebut.

Wakil Rektor Bidang Internasionalisasi, Digitalisasi dan Informasi Unair Muhammad Miftahussurur MKes SpPD PhD menjelaskan, asam lambung kerap naik saat puasa yang disebabkan perut dalam keadaan kosong. Kondisi tersebut dapat menimbulkan perasaan sakit dan nyeri pada perut yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Dalam memilih makanan untuk berbuka ataupun sahur, umat muslim yang berpuasa disarankan tetap memperhatikan 3J (jenis, jumlah dan jadwal).

“Saya sangat sering menganjurkan kepada pasien untuk yakin bahwa dengan berpuasa akan dapat mengurangi atau bahkan menyembuhkan keluhan gangguan lambung. Asalkan dilaksanakan dengan sebenar-benarnya sesuai anjuran,” ujar dokter Miftah, Jumat (7/4/2022).

Banner Morula IVF Landscape

Jadwal makan, dapat dicontohkan saat berbuka, dengan mendahulukan takjil sebagai makanan pembuka supaya tidak memberikan tekanan berlebih pada lambung yang beristirahat setelah sekian jam. Kemudian diikuti dengan makan besar yang tidak terlalu kenyang dan ditutup dengan sahur.

“Kebiasaan-kebiasaan seperti itu yang sering menjadi permasalahan. Tidak sahur, makan sebelum tidur, sehingga gangguan lambung menjadi kambuh,” jelas dokter Miftah.

Di sisi lain, ada beberapa makanan tertentu yang dapat mempengaruhi terhadap lambung. Misalnya, makanan pedas dan kecut yang dapat memberikan iritan secara langsung kepada lambung. Selain itu, susu dan santan yang dapat memperlambat peristaltik usus untuk mengosongkan makanan.

“Kita juga mengenal makanan yang dapat menghasilkan banyak gas. Dalam istilah jawa dikenal dengan polo pendem seperti kacang-kacangan, ketela dan sebagainya. Oleh karena itu, komposisi makanan saat berbuka atau sahur menjadi sangat penting, di luar tentang pentingnya kita mengonsumsi sayur dan buah baik secara kuantitas dan kualitas serta tentunya konsumsi air yang cukup,” ulas Mifta.

Dokter Miftah menganjurkan agar dapat melakukan kunyahan lebih banyak. Agama Islam menganjurkan untuk mengunyah di atas 30 kali agar lambung tidak bekerja terlalu keras, terutama saat berpuasa. Satu lagi yang ditekankan dokter Miftah, agar berpuasa sesuai dengan esensi yang telah dianjurkan agama.

Loading...

“Atur pola makan, hindari kondisi stres sehingga gangguan lambung saat berpuasa dapat teratasi,” pungkasnya.

Loading...