Pixel Code jatimnow.com

Ramadan Now

Jelang Hari Lebaran, Order Songkok Nasional di Jombang Membludak

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Elok Aprianto
Songkok Nasional produksi warga Dusun Jatirowo, Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso kabanjiran order. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Songkok Nasional produksi warga Dusun Jatirowo, Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso kabanjiran order. (Foto-foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - Jelang hari raya Idul Fitri 1443 Hijriah, produsen songkok merk Nasional di Dusun Jatirowo, Desa Jatigedong, Kecamatan Ploso, Kabupaten Jombang mengaku kewalahan melayani pesanan. Permintaan songkok jenis ini mengalami kenaikan pesat, hingga dua kali lipat.

Seperti yang terlihat di lokasi produksi songkok Nasional ini. Di rumah yang sekaligus jadi gudang pembuatan songkok itu, tampak sejumlah orang tengah sibuk bekerja.

Di bagian depan rumah, seorang wanita menata dan membersihkan songkok hasil produksi sebelum dimasukkan ke dalam kardus.

Banner Morula IVF Landscape

Sementara di rumah kedua, dua wanita lain juga terlihat sibuk menata dan memotong bahan dalam songkok. Lembaran kain besar ini dipotongnya menjadi lebih kecil. Potongan kain ini, kemudian diproduksi dan dibordir di ruangan belakang.

Di lokasi ini, dua mesin border juga terlihat tak berhenti berjalan dengan dua pekerja lain sebagai operator.

"Pesanan memang sedang membludak, naiknya dua kali lipat," terang Moh. Dian Arrasyid (25) pengusaha songkok Nasional asli Jombang ini.

Rasyid menyebut, selama Ramadan, pesanan untuk songkok buatannya memang sedang naik pesat. Pesanan yang biasanya 300 kodi sebulan, bisa naik jadi 500 hingga 600 kodi per bulan.

Ia pun, mengaku kewalahan melayani pesanan itu. Terlebih, waktu yang tersedia selama produksi juga terhitung singkat.

Belum lagi untuk proses pengiriman barang ini yang juga cukup memakan waktu, Maklum, songkok buatannya ini rata-rata memang memiliki pasar luar Pulau Jawa.

"Kebanyakan kalau saya melayani di batam, Lombok, Pontianak. Kalau di Jatim sini memang ada tapi tidak banyak, karena kompetitornya kan sudah banyak juga,” imbuhnya.

Mau tak mau, ia pun harus menambah jumlah penjahit yang dikaryakan. Jika biasanya ada 7-10 orang, yang membantunya mengerjakan songkok buatannya, sekarang bisa lebih dari itu. Bahkan, ia harus mencari penjahit hingga luar Jombang.

"Jombang ada (penjahit), tapi kalau begini biasanya harus cari sampai Gresik bahkan Lamongan juga,” bebernya.

Loading...

Kendati pesanan tinggi, Rasyid mengaku tak menaikkan harga jual songkoknya. Ia, mematok harga sama dengan beberapa bulan sebelumnya.

Di pabrik rumahan ini, songkok buatannya biasa dijual antara Rp300 ribu sampai Rp700 ribu tiap kodinya. Tergantung motif dan desain juga bahan yang digunakan.

"Tapi yang paling diburu yang harga Rp500 ribu per kodi itu," pungkasnya.

Loading...