Pixel Code jatimnow.com

Hujan-hujanan, Mas Dhito Tampung Aspirasi Mahasiswa

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Yanuar Dedy
Mas Dhito menemui massa aksi dari PMII (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)
Mas Dhito menemui massa aksi dari PMII (Foto: Yanuar Dedy/jatimnow.com)

Kediri - Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito) bersama Ketua DPRD Dodi Purwanto menemui para pendemo dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Rabu (13/4/2022) sore. Meski hujan-hujanan, Mas Dhito menerima aspirasi mahasiswa di depan kantor Pemkab Kediri.

Melalui aksi teatrikal, mahasiswa menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya menuntut pemerintah daerah menurunkan harga BBM yang menyengsarakan rakyat dan menjamin ketersediaan pertalite ron 90 di seluruh wilayah Kabupaten Kediri.

Mereka juga meminta pemerintah memperbaiki sistem tata niaga barang dan jasa, menyetabilkan harga pasar dan menindak tegas oknum pasar yang merugikan masyarakat. Mengkaji ulang undang-undang IKM serta menolak penundaan Pemilu 2024.

Banner Morula IVF Landscape

"Rabu 13 April jam 18.20 WIB saya telah menerima 6 tuntutan yang tadi sudah dibacakan dan kami nanti malam ini juga saya bersama dengan Pak Dodi (Ketua DPRD) dan Pak Kapolres akan langsung berembug untuk membuatkan surat termasuk nanti terkait tuntutan-tuntutan yang mungkin saya bisa langsung sampaikan kepada menteri terkait," terang Mas Dhito di hadapan para mahasiswa.

Mulanya cuaca mendung, kemudian hujan deras turun jelang maghrib. Mas Dhito dan mahasiswa tetap bertahan di depan Pemkab Kediri. Namun karena hujan semakin deras, Mas Dhito mempersilakan semua mahasiswa masuk ke dalam komplek Pemkab Kediri.

Mas Dhito kemudian memberikan tanggapan dan menandatangani apa yang menjadi tuntutan peserta aksi. Bersama Ketua DPRD dan Kapolres Kediri AKBP Agung Setyo Nugroho.

"Jadi saya mau menyampaikan sekali lagi yang pertama permohonan maaf dari pemerintah kabupaten kalau kami masih dirasa kerja kurang maksimal, tapi bahwa kami tidak mungkin blenjani (mengingkari) rakyat. Itu satu hal yang tolong dipegang betul," tegas Mas Dhito.

Mahasiswa membubarkan diri sekitar pukul 19.00 WIB. Pihak mahasiswa, memberikan waktu 3x24 jam kepada pemerintah daerah untuk mengirimkan tuntutannya ke pemerintah pusat dan akan terus mengawal apa yang menjadi tuntutannya tersebut.

Loading...

(ADV)

Loading...