Pixel Code jatimnow.com

HANI 2022, Khofifah Minta Keluarga jadi Benteng Utama Perang Lawan Narkoba

Editor : Arina Pramudita Reporter : Ni'am Kurniawan
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Humas Pemprov Jatim/jatimnow.com)
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Humas Pemprov Jatim/jatimnow.com)

Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerukan pada seluruh elemen masyarakat Jatim untuk menjaga kualitas generasi bangsa dengan berperang melawan narkoba.

Menurutnya, tidak ada batasan waktu tertentu dalam perang melawan narkoba. Apalagi, tindak kejahatan narkoba terus mencari bentuk baru dan bermetamorfosis, di mana semakin beragam polanya dan semakin masif pula jaringan sindikatnya.

Khofifah mengaku prihatin dengan semakin maraknya peredaran gelap narkoba. Tingginya peredaran gelap narkoba di tanah air, menjadikan Indonesia ini menjadi negara dengan jumlah konsumen yang sangat besar.

"Indonesia punya daya tarik tersendiri bagi peredaran narkoba internasional. Alasan utama karena jumlah penduduk Indonesia yang sangat besar, sehingga sangat berpotensi menjadi penyalahgunaan narkotika," ungkap Khofifah dalam peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (HANI), Minggu (26/6/2022).

Khofifah menuturkan, penyalahgunaan narkoba paling banyak ditemui di kalangan remaja. Banyak dari mereka, kata dia, yang menggunakan narkoba dengan alasan untuk kesenangan batin, stress akibat putus cinta, broken home, mencari jati diri, dan lain sebagainya.

Baca juga:
Atasi Konflik Sosial di Jember, Khofifah Minta Perhutani Buka Data Lahan Kopi

Hal ini, lanjut Khofifah, menjadi ancaman bagi masa depan bangsa, karena narkoba hanya akan menciptakan generasi sakau bukan generasi intelektual berdaya saing tinggi. Oleh karena itu penanggulangan narkoba menjadi tanggung jawab bersama, dimulai dari keluarga, kemudian masyarakat dan pemerintah.

"Keluarga menjadi benteng pertama pencegahan penyalahgunaan narkoba. Fungsi proteksi terhadap anak atau remaja harus benar-benar dijalankan. Jangan sampai karena alasan orang tua sibuk, anak akhirnya terjerat dalam dunia narkoba," imbuhnya.

Khofifah mengatakan, salah satu jurus membentengi anggota keluarga dari jeratan narkoba adalah dengan memberikan pendidikan agama sejak usia dini, agar ketika tumbuh dewasa bisa memikirkan setiap tindakan yang akan dilakukan dengan benar dan tidak berjalan di jalan yang sesat.

Baca juga:
Kuota Undangan Upacara Kemerdekaan Terpenuhi, Khofifah: Bukti Nasionalisme Warga

Tak hanya itu, orang tua juga wajib hukumnya menjalin hubungan yang harmonis dengan anak. Orang tua juga harus memberikan contoh yang baik kepada anaknya. Memberikan pengetahuan terhadap anak usia dini tentang jenis-jenis narkotika, dan dampak negatif yang ditimbulkan narkoba.

"Orang tua punya peran yang sangat besar dalam mendidik, mengajar, membimbing, membina, dan membentuk anak-anaknya. Karena hasil penelitian menunjukkan bahwa anak-anak yang penyalah guna narkoba pada umumnya adalah berasal dari keluarga yang kurang harmonis (broken home)," pungkasnya.