Pixel Code jatimnow.com

Kisah 3 Orang Terapung 8 Hari di Laut Hindia, Diselamatkan Nelayan Malang

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Rizal Adhi Pratama
Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat memberikan penghargaan kepada nelayan bernama Baktiar dan Asran. (Foto:  Rizal Adhi Pratama /jatimnow.com)
Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat memberikan penghargaan kepada nelayan bernama Baktiar dan Asran. (Foto: Rizal Adhi Pratama /jatimnow.com)

Malang - Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat memberikan penghargaan kepada nelayan bernama Baktiar dan Asran. Keduanya adalah penolong 3 orang nelayan yang terapung di perairan Laut Hindia Selatan selama 8 hari.

Ketiga nelayan yang berhasil diselamatkan yaitu seorang nahkoda bernama Jauhari dan 2 anak buah kapal bernama Adi Nur Maulana serta Zaini.

Para nelayan tersebut berasal dari Dusun Sendang Biru, Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

Awalnya para korban dengan menggunakan kapal KMN Evaldi 01 berangkat melaut menuju rumpon yang berjarak 103 mil dari Dusun Sendang Biru pada Rabu 4 Mei 2022 lalu. Ketiganya berhasil sampai rumpon pada Jumat 6 Mei 2022. Namun pada pukul 01.30 WIB kapal mereka mengalami kecelakaan.

Kapal korban (KMN Evaldi 01) ditabrak oleh jenis kapal sekoci tidak dikenal di sisi haluan kiri depan. Sehingga 30 menit kemudian kapal mereka tenggelam. Setelah itu para korban berupaya menyelamatkan diri dengan menaiki boks ikan kurang lebih selama 8 hari.

Penyelamatan para korban bermula dari Jauhari yang pertama ditemukan nelayan lain pada Jumat (13/5/2022). Mereka ditemukan oleh KMN Mega Buana dan langsung dievakuasi ke Sendang Biru.

Baca juga:
KTNA Jatim Minta Kebijakan Pemerintah Pro Petani hingga Peternak

Sedangkan Adi Nur Maulana dan Zaini ditemukan pada Sabtu (14/5/2022). Ini setelah warga dan petugas Sat Polair Polres Malang dan Pos AL Sendang Biru mendapat kabar dari Jauhari.

"Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada bapak Bahtiar dan bapak Asran, beliau berdua adalah nelayan yang telah membantu tugas kepolisian dalam menangani korban laka laut," ucap Kapolres Malang, AKBP Ferli Hidayat dalam sambutannya.

"Kita tahu bahwa pantai kita termasuk dalam gugus pantai selatan, yang memiliki arus luar biasa. Sudah beberapa kali kita menemukan kasus laka laut dan juga korban tenggelam yang menyebabkan korban jiwa," lanjutnya.

Baca juga:
Pembunuhan Nelayan di Kota Pasuruan Bermotif Sakit Hati, Begini Ceritanya

Sementara itu Bahtiar, nelayan yang berhasil menyelamatkan korban mengungkapkan banyak terima kasih kepada Kapolres Malang yang telah memberikan penghargaan ini.

Dirgahayu Ri 77 Bank Jatim

"Kami tak menyangka akan mendapatkan perhargaan ini padahal niat kami adalah menolong. tapi, di mata Pak Kapolres itu adalah peduli kemanusiaan dan telah membantu tugas kepolisian," ungkap Bahtiar.