Pixel Code jatimnow.com

Cegah Ancaman Krisis Pangan, Lahan Tidur di Surabaya Mulai Dikelola Pemkot

Editor : Arina Pramudita Reporter : Ni'am Kurniawan
Wali Kota Surabaya saat di BTKD Tambak Wedi. (Foto: Humas Pemkot Surabaya/jatimnow.com)
Wali Kota Surabaya saat di BTKD Tambak Wedi. (Foto: Humas Pemkot Surabaya/jatimnow.com)

Surabaya - Pemerintah Indonesia menyerukan kepada negara-negara anggota G20 untuk bersama dalam mengatasi ancaman krisis pangan.

Berbagai langkah dilakukan pemerintah untuk mencegah rakyat Indonesia kelaparan, salah satunya yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Melalui program padat karya, pemkot memanfaatkan sejumlah lahan tidur untuk ditanam bahan pangan sebagai pengganti beras.

"Jadi kita memang menyiapkan ada beberapa lahan pemkot yang dimanfaatkan oleh masyarakat Surabaya yang belum bekerja, salah satunya adalah digunakan untuk pangan, seperti ketela pengganti beras. Ini juga nanti Insya Allah kita akan kolaborasi dengan koperasi," ujar Wali Kota Eri Cahyadi, Selasa (12/7/2022).

Dia menjelaskan, bentuk kolaborasi bersama dengan koperasi itu bisa berupa pendampingan dalam menjual hasil panen. Juga mengenai bagaimana mengatur manajemen keuangan.

Baca juga:
Politisi PDI Perjuangan: Urban Farming Solusi Ketahanan Pangan Warga Surabaya

"Di situlah bagaimana menjual, mengatur keuangan. Itu kalau orang biasa kan agak sulit. Maka dia menjadi bagian dari koperasi untuk bersama mendewasakan dan membangun kebersamaan," tuturnya.

Pemanfaatan lahan tidur di Tambak Wedi Surabaya.Pemanfaatan lahan tidur di Tambak Wedi Surabaya.

Baca juga:
KTNA Jatim Minta Kebijakan Pemerintah Pro Petani hingga Peternak

Mantan Kepala Bappeko Surabaya itu menambahkan, saat ini perkembangan koperasi di Kota Pahlawan sangatlah luar biasa. Buktinya pada tahun 2021, lompatan pertumbuhan ekonomi Surabaya tercatat signifikan, yakni sekitar 8 poin.

Dirgahayu Ri 77 Bank Jatim

"Karena itulah penguatan-penguatan kita untuk menggerakkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan, kita memang kuatkan ada di koperasi tadi," tandasnya.

Peristiwa

Kasus PMK di Lamongan Terus Menurun

Kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di Kabupaten Lamongan mulai melandai. Selain angka kesembuhan, sejumlah kecamatan juga mulai terbebas dari momok PMK.