Pixel Code jatimnow.com

Realisasi CSR Perusahaan Migas di Pamekasan Belum Jelas

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Fathor Rahman
Nelayan menunggu kepastian realisasi CSR menjelang beroperasinya pengeboran migas di Sumur Paus Biru, Perairan Pamekasan.(Foto: Fathor Rahman)
Nelayan menunggu kepastian realisasi CSR menjelang beroperasinya pengeboran migas di Sumur Paus Biru, Perairan Pamekasan.(Foto: Fathor Rahman)

Pamekasan - Pengeboran sumur Paus Biru di Perairan Kabupaten Pamekasan ternyata sudah memasuki proses eksploitasi. Namun sampai saat ini belum jelas perencanaan realisasi Corporate Social Responsibility (CSR) di sejumlah desa terdampak.

Informasi yang dihimpun jatimnow.com, tahapan pengeboran yang dilakukan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) Medco Energy Sampang Pty Ltd sudah masuk proses eksploitasi. Meskipun sampai saat ini belum ada aktifitas lanjutan. Namun dokumen Plan of Development sudah selesai ditandatangani pihak-pihak terkait.

Hingga kini pemerintah belum menyampaikan persiapan realisasi CSR untuk wilayah terdampak. Sedikitnya ada tiga desa di Kecamatan Pademawu masuk wilayah amdal.

Kepala Bappeda Pamekasan Taufikurrachman membenarkan bahwa urusan CSR melekat di lembaganya. Namun, pihaknya enggan membeberkan soal rencana realisasi CSR dari KKKS Medco yang beroperasi di wilayah perairan Pamekasan.

"Sepertinya sudah eksploitasi. Karena pengeborannya di laut, maka itu kewenangan dari Pemerintah Provisi jatim," kata Taufik dalam keterangannya, Jumat (22/07/2022).

Ditanya apakah selama proses eksplorasi sampai eksploitasi belum ada kompensasi kepada desa terdampak? Pihaknya menyampaikan sudah ada. Namun, Bappeda enggan memberikan keterangan lebih lanjut.

Baca juga:
Cerita Kerisauan KH Rofi'i Baidlowi Pamekasan di Balik Terbentuknya P4TM

"Silakan langsung ke SKK Migas saja. Kalau ke pemkab, mereka hanya berpamitan, " ucapnya.

VP Relations & Security Medco Energi Arif Rinaldi saat dikonfirmasi membenarkan bahwa sumur Paus Biru sudah masuk tahapan ekaploitasi. Namun belum beroperasi.

"Sudah masuk tahapan eksploitasi. Sudah ada penandatanganan MoU dengan sejumlah pihak, " katanya.

Baca juga:
Bea Cukai Dinilai Tebang Pilih Tindak Peredaran Rokok Ilegal di Pamekasan

Dia menyampaikan, pihaknya sebagai Kontraktor Kontrak Kerja Sama tetap berkomitmen untuk tumbuh dan berkembang bersama masyarakat sekitar area operasi. Jadi CSR tetap akan direalisasikan.

"Kegiatan CSR sudah berjalan dalam bentuk program bantuan kegiatan masyarakat. Nantinya bertambah sejalan dengan adanya aktivitas operasi, " ucapnya.