Pixel Code jatimnow.com

Hajar Pemuda Hingga Rahangnya Patah, Dua Warga Jombang Ditangkap Polisi

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Elok Aprianto
Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)
Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha. (Foto: Elok Aprianto/jatimnow.com)

Jombang - SY (39) dan RP (18), asal Desa Candimulyo, Kecamatan Jombang, Kabupaten Jombang, hanya bisa pasrah saat diamankan tim Resmob Satreskrim Polres Jombang. Mereka usai melakukan penganiayaan pada dua orang warga Desa Spanyul, Kecamatan Gudo.

Korban penganiayaan kedua tersangka ini adalah S (57) dan V (24). Keduanya warga Desa Spanyul, Kecamatan Gudo, Jombang. Keduanya dianiaya para tersangka di area parkiran stadion Jombang, pada 17 Juli 2022, sekitar pukul 1.00 WIB.

Akibat aksi beringas kedua pelaku, salah satu korban penganiayaan mengalami patah rahang, dan menjalani perawatan di salah satu rumah sakit yang ada di Kabupaten Kediri.

Kasat Reskrim Polres Jombang, AKP Giadi Nugraha menjelaskan, peristiwa penganiayaan ini berawal saat tanggal 17 Juli 2022, tersangka ini mengaku, para korban ini tengah melakukan pemukulan terhadap kerabatnya. Namun, hak itu tidak bisa dibuktikan.

"Kemudian yang bersangkutan (tersangka) membalas, memukuli dua orang korban," ungkap Giadi pada sejumlah jurnalis, saat pres rilis, Jumat (22/7/2022).

Baca juga:
Satpol PP Sesalkan Pengeroyokan Pelajar Surabaya di Kawasan Steril Tawuran

Lebih lanjut Giadi mengatakan akibat penganiayaan yang dilakukan tersangka pada korban, satu orang korban mengalami luka berat dan hingga kini masih menjalani perawatan.

"Korban yang pertama luka memar. Dan yang kedua patah rahang. Yang kami sayangkan yang patah rahang sampai sekarang menjalani perawatan di rumah sakit yang ada di wilayah Kabupaten Kediri," bebernya.

Baca juga:
Kasus Pengeroyokan Pelajar di Surabaya, Polisi Sudah Tangkap 3 Tersangka

Atas perbuatannya kini kedua tersangka diamankan di sel tahanan Polres Jombang. Para tersangka dijerat dengan pasal 170 ayat 1 huruf e KUHP.

"Ancamannya 7 tahun penjara," pungkas Giadi.