Pixel Code jatimnow.com

Peserta KKN Unisla Dituntut Bantu Pecahkan Persoalan Pokok Masyarakat

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Adyad Ammy Iffansah
Bupati Lamongan saat menghadiri pelepasan KKN Unisla 2022.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)
Bupati Lamongan saat menghadiri pelepasan KKN Unisla 2022.(Foto: Adyad Ammy Iffansah/jatimnow.com)

Lamongan - Universitas Islam Lamongan (Unisla) melepas 1.159 peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2022. Tahun ini, mahasiswa peserta KKN dituntut melakukan akselerasi pemecahan problem pokok kemasyarakatan di 30 desa dari 10 kecamatan.

KKN Unisla mengambil tema "Memayu Raharjaning Praja" yang memiliki makna mendalam mengenai kesungguhan menjalankan tujuan menyejahterakan warga. Unisla mengaplikasikannya melalui sasaran program prioritas di 3 desa.

Rektor Unisla Bambang Eko Muljono menyampaikan, 3 desa tersebut merupakan hasil pemetaan potensi sekaligus pemecahan masalah jangka panjang.

"Optimalisasi penanganan sampah melalui digitalisasi bank sampah guna mewujudkan desa mandiri sampah 2025 lokasinya di Desa Sekaran, Kecamatan Sekaran," ungkapnya Senin (1/8/2022).

Selain itu, pemanfaatan biopori dan keramba jaring apung akan dikembangkan sebagai upaya mitigasi banjir tahunan dan pemulihan ekonomi di Desa Blawi, Kecamatan Karangbinangun.

"Juga satu lagi di Desa Tambak Menjangan nanti dilakukan pemberdayaan perempuan melalui sekolah perempuan," ujar Bambang.

Baca juga:
Politisi PPP Lamongan Blusukan ke RSUD dr Soegiri, Ngapain?

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang juga turut melepas peserta KKN Unisla mengingatkan peran mahasiswa di balik sejumlah ketimpangan akibat cepatnya perubahan yang disebabkan teknologi informasi.

"Tentu Unisla sudah menyesuaikan itu. Adik-adik bisa melihat perubah di masyarakat dan akhirnya bisa mengerti keadaan masyarakat. Pemulihan ekonomi dan mempersiapkan kehidupan baru pascapandemi," ujar Yuhronur.

Pria yang akrap di sapa Pak Yes itu juga berharap agar para mahasiswa bisa berperan menjadi aktor kejayaan Lamongan di masa mendatang dari barisan akademisi.

Baca juga:
Gas Pol! 60 Kades Terpilih di Lamongan Didesak Segera Susun RPJM Desa

"Kami punya banyak program, sebutlah Dana Dusun itu bisa dioptimalkan melalui sumbangsih para mahasiswa. Peruntukannya bisa dilakukan secara gotong royong," terangnya.