Pixel Code jatimnow.com

Telur Ikan Terbang Hasil Tangkapan Nelayan Sumenep Tembus Pasar Asia

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Fathor Rahman
Kapal nelayan Sumenep nyaris tidak ada di pantai akibat berburu ikan terbang di laut dalam.(Foto: Safrudin for jatimnow.com)
Kapal nelayan Sumenep nyaris tidak ada di pantai akibat berburu ikan terbang di laut dalam.(Foto: Safrudin for jatimnow.com)

Sumenep - Telur ikan terbang yang semakin mahal di Sumenep ternyata bukan hanya untuk memenuhi pasar dalam negeri. Pengepul di Desa Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, juga bekerja sama dengan eksportir untuk mengirim telur ke sejumlah negara di Asia.

Telur ikan terbang dikirim ke Korea, Jepang dan sejumlah negara lain di Asia. Pengepul di Sumenep mengirimnya disatukan sengan para eksportir di Sulawesi. Jadi setelah dikeringkan, telur ikan terbang dikirim ke Sulawesi untuk dikirim ke negara lain.

"Telur itu dikirim ke Jepang, Korea dan beberapa negara lain. Tapi kami sebelum dikirim mengumpulkan telur ke Sulawesi, " ungkap Safrudin (36), warga Pagerungan Besar, Kecamatan Sapeken, Sumenep, Rabu (03/08/2022).

Sebelum dikirim, semua telur dipastikan kering. Jadi harganya lebih tinggi. Untuk pengirimannya dilakukan setiap bulan sekali. Terkadang bisa tiga minggu sekali dilakukan pengiriman ke Sulawesi dan diteruskan ke luar negeri.

Telur ikan terbang di luar negeri diproduksi untuk makanan. Ada sebagian yang digunakan untuk produk kesehatan. Dengan demikian, harganya lumayan mahal sejak beberapa bulan terkahir.

Baca juga:
Edarkan Pil Logo Y, Pemuda di Kepulauan Sumenep Diringkus Polisi

"Kami meminta kepada nelayan sebelum dijual dikeringkan. Tapi kami masih melakukan pengeringan lagi sebelum dikirim ke Sulawesi dan luar negeri," katanya.

Sebenarnya jual beli telur ikan terbang sudah lama. Namun sejak dua tahun terkahir daya tangkap nelayan meningkat. Seiring dengan harga telur semakin tinggi.

Baca juga:
Pembunuhan Nelayan di Kota Pasuruan Bermotif Sakit Hati, Begini Ceritanya

Namun meski hasil jualnya mahal, nelayan juga bertaruh nyawa. Meski cuaca ekstrem, mereka tetap melaut. Bahkan sampai kejauhan sekitar 80 mil ke wilayah Utara dari Sapeken.

"Saat seperti sekarang ombak cukup besar. Tapi sebagian besar nelayan tetap berusaha menangkap ikan terbang," imbuhnya.