Pixel Code jatimnow.com

Mas Dhito dan DPRD Tanda Tangani Nota Kesepakatan KUA-PPAS APBD 2023

Editor : Arina Pramudita   Reporter : Yanuar Dedy
Mas Dhito tanda tangani nota kesepakatan KUA-PPAS APBD 2023. (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Mas Dhito tanda tangani nota kesepakatan KUA-PPAS APBD 2023. (Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

Kediri - DPRD Kabupaten Kediri menyetujui hasil pembahasan badan anggaran atas Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) APBD tahun 2023.

Persetujuan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara pimpinan DPRD Kab. Kediri Dodi Purwanto dan Bupati Hanindhito Himawan Pramana saat sidang paripurna di ruang Graha Sabha Canda Birawa, Senin (15/8/2022).

"Pendapatan daerah (2023) diproyeksikan mengalami kenaikan baik dari sektor pajak maupun sektor lain yang mendukung PAD," kata Mas Dhito, sapaan akrabnya, melalui keterangan yang diterima redaksi, Selasa (16/8/2022).

Adapun untuk belanja daerah menyesuaikan usulan tiap SKPD maupun masyarakat berdasarkan hasil Musrenbang. Seiring kondisi pandemi Covid-19 yang mulai melandai, pemerintah daerah mendorong belanja daerah pertama diperuntukkan pada pertumbuhan ekononomi masyarakat.

Baca juga:
Ketidakadilan Kebijakan Pendidikan di Kabupaten Sidoarjo

"Harapannya pemberdayaan ekonomi masyarakat khususnya UMKM dan masyarakat ekonomi kecil lainnya dapat di dorong sehingga bisa memacu pertumbuhan ekonomi yang lebih signifikan," ungkap Mas Dhito.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kediri Dodi Purwanto menyampaikan, pembahasan KUA-PPAS APBD tahun 2023 dilakukan badan anggaran bersama tim anggaran pemerintah daerah bersama kepala SKPD.

Baca juga:
Bupati Gresik Komitmen Perkuat Fokus Pelayanan Dasar Bagi Masyarakat

DPRD melalui badan anggaran telah memahami dan mengerti asumsi kebijakan KUA dan PPAS APBD tahun 2023 sebagaimana disampaikan badan anggaran di dalam laporan dan pendapat badan anggaran.

(ADV)

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan
Catatan atas Kasus Viral “Pramugari” Khairun Nisa

Saat Harapan Berubah Menjadi Tekanan

Kisah viral tentang seorang perempuan muda yang berpura-pura menjadi pramugari Batik Air justru membuka lapisan persoalan yang jauh lebih dalam