Pixel Code jatimnow.com

10 PTN di Indonesia Bentuk Konsorsium Penguatan Ilmu Komunikasi

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Farizal Tito
Konsorsium 10 PTN di Indonesia dalam upaya penguatan program studi ilmu komunikasi dalam Worlds Class University, di Hotel Bumi, Surabaya (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)
Konsorsium 10 PTN di Indonesia dalam upaya penguatan program studi ilmu komunikasi dalam Worlds Class University, di Hotel Bumi, Surabaya (Foto: Fahrizal Tito/jatimnow.com)

Surabaya - 10 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Indonesia melakukan konsorsium upaya penguatan program studi ilmu komunikasi dalam Worlds Class University, di Hotel Bumi, Surabaya, Kamis (18/8/2022).

Guru besar Ilmu Komunikasi Universitas Airlangga (Unair), Prof Rachma Ida menjelaskan, konsorsium yang dibentuk ini semacam kerja kelompok bersama dari prodi 10 PTN untuk berbagi pengalaman pengajaran bidang komunikasi dan metode ilmu komunikasi di kampus masing-masing.

"Kali ini kami ingin mengangkat tema World Class University (WCU). Jadi kami ingin menghadapi tantangan WCU yang ada dari segi ilmu komunikasi. Apakah ilmu komunikasi sudah siap dengan internasionalisasi ini. Seberapa jauh yang sudah kami lakukan dan dampak yang kami peroleh dengan adanya program internasionalisasi," jelas Prof Ida.

Menurut Prof Ida, selama ini teori ilmu komunikasi dari Indonesia banyak mengambil dari luar negeri. Padahal ahli-ahli komunikasi di dalam negeri merupakan orang-orang hebat yang bisa menghasilkan teori-teori yang berbeda dengan negara barat.

"Nah itulah yang sebenarnya ingin kami kuatkan dengan konsorsium ini bahwa ilmu komunikasi di Indonesia itu mampu untuk menyejajarkan dirinya di Asia dan juga di internasional," tegasnya.

Untuk itu, pihaknya ingin mendorong pengkajian ilmu komunikasi di Indonesia, bukan hanya berkiblat dengan literatur negara barat.

"Sosial budaya kita itu berbeda dengan yang ada di barat. Itulah kenapa Kami mencoba untuk percaya diri bahwa kita itu juga mampu bersaing di dunia internasional," tambahnya.

Konsorsium 10 PTN di Indonesia dalam upaya penguatan program studi ilmu komunikasi dalam Worlds Class University, di Hotel Bumi, SurabayaKonsorsium 10 PTN di Indonesia dalam upaya penguatan program studi ilmu komunikasi dalam Worlds Class University, di Hotel Bumi, Surabaya

Baca juga:
Kebijakan Baru Seleksi Masuk PTN, Ini Respons Rektor Unair dan Unesa

Dia menambahkan, selama ini keterlibatan pakar ilmu komunikasi dengan dunia internasional masih sebatas individu. Sementara secara institusi masih masih terbatas.

'Sehingga itulah kenapa misalnya orang dari luar belum mendengar banyak teori komunikasi hebat dari Indonesia. Misalnya teori komunikasi politik di Indonesia itu kaya banget melebihi Amerika mungkin. Tetapi mahasiswa kita masih mensitasi penelitian-penelitian di Amerika misalnya tentang Donald Trump tentang kaidah tentang Rusia dan sebagainya," papar dia.

Padahal, lanjutnya, jika melihat hasil analisis studi yang dilakukan oleh dosen-dosen ilmu komunikasi di Indonesia, maka bisa diketahui bahwa proposisi teoritik tentang komunikasi politik di Indonesia itu sangat berbeda dengan yang ada di dunia barat.

Sementara Guru Besar Ilkom Universitas Gajah Mada (UGM) Prof Dr Phil Hermin Indah Wahyuni menyebut, capaian ilmu komunikasi dalam konteks kualitas produk selalu luar biasa. Tetapi konsorsium akan selalu menantang karena merupakan kajian bersama dari berbagai universitas.

Baca juga:
Info-info! 6 PTN Ini Masih Buka Jalur Mandiri Sampai Agustus, Ada S1 dan D III

"Nah ini kita saling menginspirasi ya bagaimana memberikan kesegaran-kesegaran perspektif dan menggunakan kekuatan-kekuatan Global untuk saling memperkaya dengan leadingnya adalah dari perspektif Indonesia begitu," tambah dia.

Artinya melalui konsorsium ini antar kampus bisa melakukan kolaborasi dan sinergitas. Sehingga, hasil riset yang dihasilkan diharapkan tak hanya berhenti jadi jurnal tetapi harus juga masuk ke industri.

"Padahal ilmu sosial itu kan sulit teman-teman ya untuk bersaing di industri. Jadi banyak tantangan di nasional dan juga global itu harus kita engagement ya dengan global untuk memperkaya kajian komunikasi," pungkasnya.