Pixel Code jatimnow.com

Sambangi Banyuwangi, Mostafa Atef: Saya Mendapatkan Dua Surga

Editor : Sofyan Cahyono
Pelantun salawat asal Mesir Mostafa Atef menggelar konser perdananya di Banyuwangi.(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)
Pelantun salawat asal Mesir Mostafa Atef menggelar konser perdananya di Banyuwangi.(Foto: Humas Pemkab Banyuwangi)

Banyuwangi - Pelantun salawat asal Mesir Mostafa Atef menggelar konser perdananya di Banyuwangi. Acara berlangsung di Pendopo Shaba Swagata Blambangan, Kamis (25/8/2022) siang. Malam harinya dilanjutkan di Pondok Pesantren Mabadiul Ihsan, Desa Karangdoro, Kecamatan Tegalsari.

Di tengah-tengah konsernya, Mostafa mengungkapkan kekagumannya kepada Banyuwangi.

"Saya melihat Banyuwangi ini mendapatkan dua surga. Surga majelis ilmu dan dzikir serta surga akan keindahan alamnya. Luar biasa indahnya Banyuwangi. Maka kalian sangat beruntung telah bisa mendapatkan dua keindahan, alam dan ilmu," ungkap lulusan Universitas Al-Azhar Kairo Mesir, dalam siaran pers yang diterima redaksi.

Meski baru sehari menginjakkan kaki di ujung Timur Jawa, Mostafa langsung terpana melihat keelokannya. Sedari ada di pesawat jelang mendarat, ia terpukau dengan gunung-gunung yang menjulang serta hamparan sawah dan perkebunan yang menghijau.

"Di hotel, saya mendengarkan keindahan suara ombak, angin dan kicau burung-burung. Saat itu, saya membaca dzikir di sana. Saya merasakan seluruhnya pun turut berzikir dalam satu kesatuan," kesannya saat tinggal di salah satu hotel di pinggiran pantai di Kecamatan Kalipuro, yang juga pernah disinggahi Presiden Joko Widodo dan Ibu Iriana Jokowi serta Wapres KH Maruf Amin dan Ibu Wury Maruf Amin.

Keindahan alam tersebut, menurutnya, cocok untuk dijadikan tempat belajar.

"Para ahli psikologi mengungkapkan, menuntut ilmu di tempat yang memiliki keindahan alam seperti tempat ini, akan mempermudah mempelajari ilmunya," ungkapnya.

Mostafa juga memberikan hadiah kepada para santri yang hafal Alquran. Ia memberikan uang sejumlah USD100 bagi dua santri Banyuwangi yang hafal 23 Juz.

"Saya berdoa semoga para santri di sini bisa melanjutkan belajarnya hingga Universitas Al-Azhar," harap lelaki yang sejak berusia sebelas tahun telah hafal Alquran itu.

Baca juga:
Angkat Keragaman Budaya, Banyuwangi Ethno Carnival Kembali Digelar

Konser Mostafa Atef dipadati pengunjung. Terutama para fansnya yang banyak berasal dari kalangan perempuan. Mostafa membawakan sejumlah judul salawat yang cukup familiar di Indonesia. Di antaranya Qomarun, Sidnan Nabi, dan sebagainya. Hampir seluruh hadirin pun ikut menembangkannya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut gembira kedatangan Mostafa Atef. Kehadirannya tidak hanya membawa kebahagiaan bagi masyarakat Banyuwangi.

"Semoga kehadiran Syekh Mostafa Atef juga menghadirkan keberkahan bagi Banyuwangi," ujar Ipuk.

Salawat merupakan instrumen yang tepat untuk menyatukan seluruh komponen masyarakat. Nyaris setiap ada majelis salawat di Banyuwangi selalu dibanjiri jamaah.

"Hal ini sudah barang tentu menjadi modal dasar yang besar untuk bisa menggerakkan masyarakat Banyuwangi untuk lebih produktif," ungkap Ipuk.

Baca juga:
Ribuan Pelari Telusuri Landmark Kota di Banyuwangi Healthy Run 2022

Ipuk juga menegaskan bahwa salawat dan santunan anak yatim menjadi bagian dari upaya Banyuwangi dalam mewujudkan berbagai program kerjanya. Selain segenap perencanaan dan kerja keras mewujudkannya.

"Setiap kami menjalankan program pembangunan, selalu diawali dengan salawatan dan santunan anak yatim. Kami yang yakin dengan dua hal ini, akan mempermudah segala urusan dan program yang sedang Banyuwangi hadapi. Alhamdulillah, hampir semua yang kami ikhtiarkan pun membuahkan hasil baik," jelas Ipuk.

Di penghujung konser salawat, Mostafa mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama membaca Surat Al-Mulk. Dipimpin bersama dengan para kiai dan tokoh agama yang hadir.

Sejumlah kiai dan nyai yang hadir antara lain KH Suyuti Thoha, KH. Muwafiq Amir, KH. Abdullah Kalibaru, KH Hasan Thoha, Bu Nyai Hj Muslichah Umar, Bu Nyai Nurun Nadliroh, KH. Muhammad Yamin, KH Achmad Siddiq, KH. Samsul Muarif, Kiai Sunandi Zubaidi, Kiai Zarkoni, Kiai Ahmad Qosim, sampai Bu Nyai Hj. Uswatun Hasanah dari PP. Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo Situbondo.

Peristiwa

Mengenal Siklus dan Gejala Erupsi Semeru

"Siklus erupsi gunung api aktif bermacam-macam. Bisa satu tahun sekali, setiap bulan, bahkan setiap hari," kata Pakar Geologi ITS, Amien Widodo.