Pixel Code jatimnow.com

Perhutani Regrouping dan Rebranding Anak Usaha

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Galih Rakasiwi
Wamen BUMN Pahala Nugraha Mansury (tengah) menekan tombol peresmian Regrouping dan Rebranding anak usaha Perhutani.(Foto: Galih Rakasiwi)
Wamen BUMN Pahala Nugraha Mansury (tengah) menekan tombol peresmian Regrouping dan Rebranding anak usaha Perhutani.(Foto: Galih Rakasiwi)

Malang - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menggabungkan (merger) anak usaha Perum Perhutani ke dalam dua subholding. Tujuannya untuk memfokuskan produksi dan mendukung program pengelolaan hutan secara berkelanjutan.

Adapun anak usaha digabung adalah PT Inhutani I, II, dan III bergabung menjadi PT Inhutani I. Lalu PT Inhutani IV, V, dan PT Perhutani Anugerah digabungkan menjadi PT Inhutani V. Selanjutnya, PT Palawi di re-branding menjadi PT Econique.

Direktur Utama Perhutani Wahyu Kuncoro menjelaskan, penggabungan anak usaha ini setelah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memberikan legal merger yang ditetapkan dan berlaku efektif pada 1 Agustus 2022.

"Salah satu tujuan dari merger anak perusahaan adalah terciptanya sinergi potensial sehingga siap dalam menghadapi persaingan usaha secara nasional dan global," jelasnya dalam acara Regrouping dan Rebranding anak perusahaan sebagai strategi pertumbuhan usaha di Coban Rondo, Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, Jumat (26/8/2022).

Inhutani I akan fokus pada bisnis kayu dengan produk kayu bulat, kayu olahan (raw sawn timber, plywood, barecore), biomassa, dan pengembangan proyek nature based solutions atau perdagangan karbon (carbon trade). Sedangkan Inhutani V akan fokus pada produk hasil hutan bukan kayu berupa gondorukem, terpentin dan derivatnya.

Ini merupakan implementasi atas inisiatif strategis Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Perhutani 2020-2024. Sekaligus bagian dari 88 proyek strategis (Strategic Delivery Unit) Kementerian BUMN terkait Inovasi Model Bisnis BUMN dan rasionalisasi jumlah Perusahaan BUMN.

"Penggabungan dilakukan terhadap entitas yang memiliki model bisnis serupa dan di antaranya terkendala permasalahan finansial dan operasional. Karena dengan integrasi tersebut diharapkan bisnis perusahaan lebih optimal dan bisa persaingan di pasar domestik dan global," beber Wahyu.

Dia meyakini merger akan memberikan dampak positif pada kinerja keuangan perusahaan. Kemungkinannya akan semakin meningkat dibandingkan sebelum dilakukan merger.

Baca juga:
SIG Kukuhkan Posisi Penyedia Solusi Bahan Bangunan Terbesar Regional

"Khususnya pada parameter-parameter pokok keuangan. Yaitu pendapatan, laba bersih, rasio hutang terhadap laba kotor dan arus kas operasi," tuturnya.

Sementara itu, Wamen BUMN Pahala Nugraha Mansury mengutarakan bahwa pihaknya juga melakukan spin off kegiatan ekowisata yang selama ini ada di Perhutani dan Inhutani I agar bisa secara khusus dikelola Econique. Selain itu juga melakukan rebranding Palawi Resourches untuk mendorong bagaimana Perhutani bisa merealisasikan visinya sebagai perusahaan yang mengelola sumber daya kehutanan.

"Khususnya dalam hal ini pendekatan atas dasar keberlangsungan usahanya. Artinya betul-betul memperhatikan bagaimana kelestarian alam bisa dilaksanakan sambil juga bisa memastikan bisa memberikan manfaat semaksimal kepada masyarakat yang berada di sekitarnya," urainya.

Terlebih hal tersebut merupakan salah satu dari 88 inisiatif strategis yang dimonitor langsung Kementerian BUMN dan akan dilaporkan secara rutin kepada Kemenseskap dan presiden. Karena hal tersebut memiliki konsentrasi yang tinggi terkait bagaimana upaya BUMN di sektor kehutanan dan lingkungan hidup bisa memberikan hasil optimal serta memberikan sumbangan kepasa negara dalam bentuk dividen yang terus meningkat

Baca juga:
Dukung Pengembangan Potensi Santri, SIG Kick off Program Bakti BUMN

"Namun sisi lainnya harus sesuai dengan apa yang diharapkan Indonesia dengan menargetkan pencapaian untuk bisa mencapai penurunan emisi karbon sebesar 29 persen di 2030 nanti dan mencapai 0 di 2060," tegasnya.

Dengan demikian, sektor lingkungan hidup dan kehutanan memiliki kontribusi sangat penting. Sebab dalam hal ini pihaknya ingin memastikan tercapainya emisi tersebut.

"Sisi lainnya bagaimana sektor kehutanan tetap bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat sekitar," pungkasnya.