Pixel Code jatimnow.com

Waspadai Penipuan Lowongan Kerja di Medsos, Begini Modusnya

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Zain Ahmad
ilustrasi
ilustrasi

Surabaya - Penipuan melalui media sosial (Medsos) kini mulai kumat lagi. Kebanyakan, itu dilakukan di Facebook. Modusnya, pelaku berpura-pura menawari lowongan pekerjaan, dijamin masuk atau diterima, lantas meminta uang pendaftaran.

Selain uang, pelaku juga ada yang mengincar barang-barang berharga milik calon korbannya. Seperti halnya motor dan juga handphone.

Baru-baru ini, dua orang tertipu oleh modus tersebut. Mereka yakni M Iksan (21) warga Sawotratap, Gedangan, Sidoarjo, dan Eko Andika Saputra (36) warga Tambak Wedi, Surabaya. Akibat penipuan itu, kedua korban harus kehilangan motor.

Berdasarkan catatan jatimnow.com, aksi penipuan yang dilakukan oleh kedua pelaku yang telah menipu kedua korban tersebut sama persis. Awalnya menawarkan lowongan pekerjaan, lantas diajak bertemu di sebuah warung kopi, kemudian membawa kabur motor korban.

Untuk penipuan yang menimpa M Iksan, itu terjadi di sebuah warung kopi di kawasan Arteri Porong. Setelah bertemu pelaku, yang menawari pekerjaan, kemudian ngopi bersama dan membahas perkerjaan yang ditawarkan.

Di sela-sela perbincangan itu, pelaku lantas meminjam motor korban, dengan dalih hendak mengambil handphone yang sudah ia pesan dengan cara COD di kawasan Candi, Sidoarjo.

Tanpa menaruh curiga, motor Honda Beat itu kemudian dipinjamkan korban ke pelaku. Namun, setelah ditunggu cukup lama, rupanya pelaku tak kunjung kembali. Korban pun curiga lantas melapor ke Polsek Candi.

Esoknya, polisi melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap pelakunya, yakni Imam Al Hafidz (27), di kawasan Tanggulangin.

Sementara penipuan yang menimpa Eko Andika Saputra (36), itu terjadi di sebuah warung kopi di Jalan Koblen Kidul, Bubutan, Surabaya.

Saat janjian di warung tersebut dengan pelaku, Eko juga kehilangan motor. Modusnya juga hampir sama. Pelaku berpura-pura meminjam motor korban. Tapi, pelaku yang menipu Eko ini berdalih pinjam motor untuk ambil surat tilang di Polsek setempat.

Setelah ditunggu cukup lama, pelaku rupanya tak kunjung kembali. Eko kemudian membuat laporan ke Polsek Bubutan. Pelaku yang bernama Syahroni (41), warga Pasuruan kemudian dapat diamankan di tempat kosnya di kawasan Gempol.

Lain halnya dengan M Iksan dan Eko, penipuan melalui medsos Facebook juga dialami Fety (27), warga Surabaya. Namun, modus yang dipakai pelaku kali ini berbeda. Tidak membawa kabur motor. Pelaku hanya meminta uang pendaftaran lowongan pekerjaan.

Baca juga:
Polisi Diminta Tangkap Putra Wibowo, DPO Kasus Robot Trading Viral Blast

"Kejadiannya sudah beberapa bulan yang lalu. Ya gitu, awalnya saya cari lowongan pekerjaan di Facebook. Kalau nggak salah dulu di pabrik frozen di daerah Kenjeran. Pelaku janji bisa masukin ke tempat pabrik itu. Tapi syaratnya harus bayar uang pendaftaran dulu. Bayar Rp100 ribu kalau nggak salah. Disuruh transfer dulu. Setelah itu disuruh datang ke pabriknya," terang Fety kepada jatimnow.com, Rabu (31/8/2022).

Usai mentransfer uang ke pelaku, Fety yang saat itu bersama teman-temannya yang juga sama-sama cari pekerjaan di pelaku, lantas datang ke pabrik tersebut. Setelah tiba di sana, rupanya tak hanya dia dan temannya yang datang. Ada juga puluhan orang yang mengantre.

"Banyak banget yang datang juga. Ya sama, katanya dapat info pekerjaan dari pelaku ini. Sama juga disuruh transfer Rp100 ribu. Tapi setelah sampai lokasi, pelaku ini tidak ada. Saya hubungi, sama teman-teman juga, nomornya sudah nggak aktif. Diblokir semua," jelasnya.

Menurut Fety, saat itu dia teman-temannya sempat menanyakan ke sekuriti yang bekerja di pabrik tersebut. Katanya tidak ada pegawai yang seperti pelaku, kendati benar saat itu di pabrik tersebut dibutuhkan banyak karyawan, namun tidak disebar di Medsos. Jika ingin mendaftar, persyaratannya harus datang langsung.

"Ketipu semua waktu itu. Ya gimana. Setelah itu ya pulang semua. Apes mas," keluhnya.

Meskipun telah menjadi korban penipuan, Fety dan teman-temannya tidak melaporkan kasus itu ke polisi. Dia memilih ikhlas, dan hanya mendoakan pelaku mendapatkan balasan sendiri.

Baca juga:
Berkedok Tawari Kerjaan, Pemuda di Sidoarjo Bawa Kabur Motor

"Sebenarnya pengen saya laporkan. Tapi temen-temen nggak mau. Ya akhirnya saya ikhlasin," pungkasnya.

Terkait kasus ini, Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Mirzal Maulana pun mengimbau agar masyarakat selalu berhati-hati dalam mencari pekerjaan. Apalagi, itu di media sosial, orang yang tidak dikenal. Itu sangat berbahaya.

"Tentunya, kami (kepolisian) mengimbau agar tidak mudah percaya begitu saja terhadap orang yang baru kita kenal. Apalagi itu di Medsos. Contoh yang diungkap Polsek Bubutan kemarin. Korban ini mencari pekerjaan di Medsos. Kemudian bertemu dengan pelaku. Setelah itu dengan tidak hati-hati, begitu saja meminjamkan motornya ke orang yang baru ia kenal. Akhirnya motornya dibawa kabur. Nah, ini sangat bahaya. Jadi pelajaran bagi siapapun," ujarnya.

Apalagi, kata Mirzal, ada yang memberikan uangnya kepada pelaku tanpa bertemu. Hanya lewat transfer. Menururnya, itu jangan sekali-kali dilakukan.

"Jadi harus teliti. Tanyakan dulu lowongan pekerjaannya itu seperti apa. Misalnya ada kantornya nggak. Di mana?. Kemudian jelas nggak. Terus jangan sampai mau kalau diajak bertemu, apalagi dijanjikan pasti bisa masuk. Itu sangatlah bahaya. Arahnya ke kejahatan. Jadi imbauan saya, lebih baik cari pekerjaan yang benar. Kalau memang mau mendaftar, datangi kantornya, perusahaannya. Jadi jelas dan tidak sampai tertipu," tegasnya.