Pixel Code jatimnow.com

Mencicipi Soto Daging Legendaris di Pasar Takeran Magetan, Harganya Rp5 Ribu!

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Mita Kusuma
Soto daging legendaris di Pasar Takeran Magetan. ( Foto-foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)
Soto daging legendaris di Pasar Takeran Magetan. ( Foto-foto: Mita Kusuma/jatimnow.com)

Magetan - Soto menjadi salah satu pilihan menu sarapan banyak orang. Di Kabupaten Magetan, ada satu warung soto legendaris yang penjualnya berusia hampir 100 tahun.

Penjual itu bernama Sainem. Setiap hari dengan baju khasnya berwarna hijau, nenek kelahiran 1931 ini berjualan soto daging. Dia berjualan di Pasar Mangun, Kecamatan Takeran, Kabupaten Magetan

Pagi ini, jatimnow.com mencoba sarapan soto. Dari pusat Kabupaten Magetan sekitar 30 menit atau sekitar 18 kilometer.

Pembeli silih berganti datang dan pergi ke lapak Mbah Sinem. Mereka merasakan lezatnya soto daging walaupun duduk seadanya. Dengan harga Rp5.000 sudah mendapatkan seporsi soto daging.

Porsi yang disajikan pun mengenyangkan. Tidak pelit daging. Juga lengkap dengan sayur mayur daun kol, beserta taburan kacang goreng dan bawang merah goreng.

Sayangnya, di lapak tersebut tidak menyediakan air minum. Jika ingin memesan minum, bisa memesan di lapak sebelah. Juga tidak ada lauk tambahan seperti tempe goreng, sundulan.

“Aku ojo mbok foto-foto to (Aku jangan di foto-foto dong),” ujar Sainem berkelakar sambil tertawa lepas, Kamis (1/9/2022).

Baca juga:
Menilik Sejarah Panjang Bakpao Kimyen yang Terkenal

Sainem lalu berkisah, dia mulai berjualan dari tahun 1951. Saat itu usianya baru 19 tahun, suaminya berjualan soto keliling. Sainem memilih berjualan di dalam Pasar Takeran.

Dulu, suaminya setia mengantar dia ke Pasar Takeran. Karena sudah berusia senja, saat ini yang mengantar Sainem adalah anak keduanya.

Dia mengaku, berjualan soto di usia senja bukan karena mencari uang seperti saat muda. Saat ini, alasannya agar tetap bisa beraktivitas seperti umurnya masih 20 tahun.

Sainem memang tidak mematok harga mahal. Menurutnya, dia memang menyediakan makanan untuk para penjual atau pembeli di Pasar Takeran.

Baca juga:
Kuliner Malam di Kota Kediri: Angkringan Mbah Semar hingga Nasi Goreng Kuah

Setiap hari, Sainem membuka lapak dari pukul 06.00 WIB. Tetapi pukul 09.00 WIB soto buatannya selalu ludes.

“Daging sapinya habis 3 kilogram dalam sehari. Selalu habis pukul 09.00 WIB. Makanya kalau ke sini jangan siang-siang,” jelasnya.

Sainem mengaku berjualan sudah 70 tahun. Saat Pasar Mangun Takeran dengan bangunan zaman dulu. Hingga sudah direhab berkali-kali, Sainem tetap setia berjualan di dalam pasar.

“Saya jualan dari harga soto per porsi 25 perak (Rp25). Sekarang juga cuma Rp5 ribu. Sudah ada untungnya. Gak perlu mahal-mahal,” pungkas Sainem.