Pixel Code jatimnow.com

Wartawan di Pasuruan yang Diduga Keracunan Teh Kemasan Masih Belum Sadar

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Moch Rois
Wartawan di Pasuruan yang diduga keracunan saat dirawat di RS Saiful Anwar Malang (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)
Wartawan di Pasuruan yang diduga keracunan saat dirawat di RS Saiful Anwar Malang (Foto: Moch Rois/jatimnow.com)

Pasuruan - Polda Jatim menerjunkan Tim Laboratorium Forensik (Labfor) untuk meneliti kandungan teh yang diduga meracuni wartawan media cetak Berita Metro, M Sukron Adim di Pasuruan.

Korban belum sadar setelah empat hari mengonsumsi minuman kemasan botol teh dari paket misterius yang diterimanya. Setelah dua hari dirawat di RSI Masyitoh Bangil, Pasuruan, korban dirujuk ke RS Saiful Anwar Malang.

Keputusan perujukan ke RSSA Malang itu dilakukan karena ruang HCU RSI Masyitoh belum tersedia alat rekam dada.

"Kami atas nama keluarga mohon doa tulus ikhlas, agar suami saya (M. Sukron Adim) segera mendapatkan kesadaran dan kesembuhan. Sampai saat ini suami saya belum sadarkan diri," jelas Rossy, istri Adim.

Baca juga:
Korban Keracunan Makanan di Tulungagung Bertambah, Polisi Periksa 5 Saksi

Sementara Satreskrim Polres Pasuruan juga sudah bergerak melakukan penyelidikan, untuk memastikan apakah sosok wartawan Berita Metro itu sengaja diracun oleh seseorang melalui kiriman paket misterius.

"Sudah sekitar dua hari yang lalu minuman teh dalam kemasan botol yang dikonsumsi Adim sudah dibawa ke Labfor. Ini hasilnya masih belum keluar," terang Kasat Reskrim Polres Pasuruan, AKP Adhi Putranto Utomo.

Baca juga:
Pengakuan Warga di Tulungagung, Keracunan Makanan usai dari Acara Yasinan

Menurut Adhi, jika perkembangan saat ini Tim Labfor membutuhkan sampel darah tambahan, urine dan cairan lambung milik Adim. Juga mengambil sampel minuman teh kemasan botol yang dijual di minimarket, yang mereknya sama seperti yang diminum Adim.

"Semua itu diperlukan Tim Labfor untuk melengkapi sampel," tandasnya.