Pixel Code jatimnow.com

Keripik Malaysia Makanan Khas Warga Perak Jombang, Lho Kok Bisa?

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Elok Aprianto
Keripik malaysia buatan warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Jombang.(Foto: Elok Aprianto)
Keripik malaysia buatan warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Jombang.(Foto: Elok Aprianto)

Jombang - Di Jombang, terdapat makanan ringan yang bisa bikin orang penasaran. Namanya keripik malaysia. Meski namanya malaysia, keripik ini ternyata dibuat secara massal di Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Jombang. Hampir seluruh penduduk di desa tersebut membuat keripik malaysia. Sebab memang makanan khas warga setempat.

Salah satu pembuat keripik malaysia adalah Roudotul Jannah (41). Ia mengaku sudah lama membuat makanan ringan tersebut,

"Sejak 2014. Ya, banyak warga disini yang bikin. Karena hampir rata-rata semua orang bisa membuat," ungkapnya, Kamis (8/9/2022).

Lebih lanjut, Jannah menceritakan asal mula keripik malaysia. Menurutnya, dahulu ada warga pendatang di kampungnya. Kebetulan orang tersebut pernah bekerja di Malaysia. Warga pendatang itu membuat makanan ringan dan dibagikan ke tetangga. Karena rasanya cukup enak, warga sekitar meminta resep dan cara membuatnya.

"Jadi hampir seluruh warga bisa membuat makanan ringan itu sampai sekarang," bebernya.

Untuk membuat keripik Malaysia tidak susah. Bahan-bahannya pun mudah didapat. Yakni, tepung terigu, telur dan mentega.

"Dalam satu hari bisa memproduksi 5 kilogram adonan. Yang paling susah itu mengaduk adonan," katanya.

Keripik malaysia buatan warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Jombang.(Foto: Elok Aprianto)Keripik malaysia buatan warga Desa Pagerwojo, Kecamatan Perak, Jombang.(Foto: Elok Aprianto)

Baca juga:
Meriahnya Festival Kuliner Lamongan, 1000 Porsi Makanan Ludes dalam Sekejap

Setelah jadi, adonan keripik malaysia dimasukan ke dalam mesin untuk dipipihkan. Kemudian dibentuk seperti bunga-bunga.

"Ini uniknya, meski rasanya sama tapi warga berkreasi bentuknya berbeda-beda. Agar lebih menarik," tegasnya.

Kini, banyak warga yang memasarkan keripik malaysia lewat media sosial.

"Pemasaraan saat ini melalui online dan ada yang mengambil sendiri. Kalau permintaan banyak itu saat Lebaran. Pesanan menjadi meningkat," ucapnya.

Baca juga:
Tingkatkan Kenyamanan, Resto ini Bentuk Satgas Sertifikasi Halal

Sementara itu, Kepala Desa Pagerwojo Imam Wahyudi membenarkan ada puluhan warganya yang membuat kripik malaysia. Makanan khas yang sudah ada sejak 1985 itu juga menjadi ikon desanya.

"Kalau yang membuat kripik ini sudah banyak. "Kami juga sering mengadakan pelatihan mulai dari produksi hingga pemasaran," pungkasnya.