Pixel Code jatimnow.com

Mahasiswa di Surabaya Ini Temukan Cara Bersihkan Limbah Cair dengan Sabut Kelapa

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Farizal Tito
Mahasiswa UKWMS Antonius Jimmy Widagdo, peneliti Keefektifan Sabut Kelapa untuk Penyerapan Senyawa Limbah Cair.(Foto: Monica for jatimnow.com)
Mahasiswa UKWMS Antonius Jimmy Widagdo, peneliti Keefektifan Sabut Kelapa untuk Penyerapan Senyawa Limbah Cair.(Foto: Monica for jatimnow.com)

Surabaya - Seiring perkembangan zaman, kebutuhan akan pewarnaan semakin meningkat dan diperkirakan tersedia 100.000 pewarna secara komersial. Dampaknya adalah peningkatan pencemaran air. Salah satu senyawa kimia yang ada pada limbah cair industri adalah senyawa Methylene Blue (MB).

MB merupakan senyawa hidrokarbon aromatik yang beracun dan merupakan zat warna kationik berupa kristal berwarna hijau gelap. Limbah cair yang mengandung senyawa MB mengakibatkan rusaknya tumbuhan sehingga berdampak terganggunya ekosistem. Maka dibutuhkan pengolahan limbah lebih lanjut sebelum dibuang ke lingkungan.

Melihat hal ini, mahasiswa Program Studi Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) Antonius Jimmy Widagdo tergerak untuk meneliti lebih lanjut.

"Salah satu yang bisa digunakan untuk mengolah limbah MB adalah metode adsorpsi. Pada penelitian ini digunakan adsorben berupa silika lapis tipis dengan template selulosa mikro kristalin yang disintesis dari sabut kelapa," jelas Jimmy yang berhasil lulus sebagai salah satu wisudawan Aktif Berprestasi Semester Genap 2021/2022.

Untuk menghasilkan selulosa mikro kristalin, sabut kelapa yang sudah kering dihilangkan ligninnya dengan larutan NaOH. Lalu diputihkan dengan peroksida. Kemudian dilakukan proses hidrolisis dengan asam sulfat hingga menjadi ukuran mikro.

Baca juga:
Mahasiswa Universitas Ciputra Ciptakan Codesk, Meja Kerja yang Mudah Diangkut

"Setelah itu, dilapis atau dicampur dengan Tetra Ortho Sylicate (TEOS). Dikeringkan dalam wadah cawan petri selama tiga hari. Sediaan yang sudah kering lantas dikerok dan menjadi silika lapis tipis," ujarnya dalam siaran pers yang diterima redaksi, Jumat (9/9/2022).

Dalam penelitian itu, Jimmy membutuhkan waktu sekitar dua tahun untuk menemukan hasil yang efektif dan optimal dalam penyerapan limbah MB. Proses penggunaanya cukup mudah. Sediaan tersebut tinggal dicampurkan ke limbah MB dan didiamkan selama 1 x 24 jam.

Baca juga:
7 Fraksi DPRD Bojonegoro Sepakat Tolak Harga BBM Naik, PMII Tunggu Rilis Resmi

"Silika lapis tipis ini bisa digunakan berulang hingga empat kali. Setelah penggunaan pertama, cukup dibilas dengan air mengalir," jelas pria asal Semarang ini.