Pixel Code jatimnow.com

Gerindra Jatim Blusukan Cegah Stunting di Mojokerto

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Ni'am Kurniawan
Anwar Sadad bersama salah satu Balita di Mojokerto (Foto: Fad/jatimnow.com)
Anwar Sadad bersama salah satu Balita di Mojokerto (Foto: Fad/jatimnow.com)

Mojokerto - DPD Gerindra Jatim makin serius mendukung upaya pemerintah menurunkan angka stunting. Setelah Pasuruan, kini giliran Kabupaten Mojokerto.

Ketua Gerindra Jatim Anwar Sadad mengatakan, upaya yang ia lakukan ini adalah bagian dari menjaga generasi masa depan bagi bangsa Indonesia.

"Kehadiran saya kawan-kawan Gerindra sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah agar penanganan masalah stunting ini benar-benar menjadi prioritas," ucap Sadad, Sabtu (10/9/2022).

Wakil Ketua DPRD Jatim itu datang tak sendiri di lokasi. Ia nampak ditemani beberapa anggota Fraksi Gerindra DPRD Jatim dan para kader Gerindra. Seperti Ketua DPC Kabupaten Mojokerto Hidayat, Ketua DPC Kota Mojokerto Harun, serta anggota Fraksi DPRD Kabupaten Mojokerto, Hendra Purnomo dan Sujatmiko.

Kurang lebih, ada 50 ibu-ibu mendapat ilmu baru tentang upaya penurunan stunting di Desa Banjaragung Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto.

Baca juga:
Elektabilitas Gerindra di Jatim Perlahan Naik, Berpotensi Salip PKB dan PDIP

"Dalam persaingan global ke depan, dibutuhkan orang-orang pintar. Menyiapkan generasi pintar dimulai sejak anak-anak baru lahir. Nah, jangan sampai di masa pertumbuhan itu mereka mengalami kekurangan asupan gizi berkualitas, sehingga mengalami stunting," lanjut keluarga Ponpes Sidogiri itu.

Selain membagikam ilmu tentang pentingnya menghindari stunting. Sadad juga nampak melakukan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa susu, telur dan biskuit.

Baca juga:
Anwar Sadad: Siapkan Tenaga Terampil Sambut Geliat Investasi di Jatim

Pria yang masuk bursa Cagub 2024 itu berharap, apa yang ia lakukan merupakan support Partai Gerindra terhadap upaya penurunan stunting. Memgingat prevalensi stunting di Kabupaten Mojokerto nampak masih tinggi.

"Di Kabupaten Mojokerto angka prevalansi stunting lumayan tinggi, yaitu 27 persen," tandas Sadad.