Pixel Code jatimnow.com

Evaluasi SAKIP Tahun 2022, Gus Ipul Minta Perangkat Daerah Saling Bersinergi

Editor : Arina Pramudita Reporter : Moch Rois
Gus Ipul memimpin evaluasi SAKIP 2022 di Gedung Gradika. (Foto: Humas Pemkot Pasuruan/jatimnow.com)
Gus Ipul memimpin evaluasi SAKIP 2022 di Gedung Gradika. (Foto: Humas Pemkot Pasuruan/jatimnow.com)

Pasuruan - Pemerintah Kota Pasuruan mengevaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada tahun 2022 di Gedung Gradika, Jumat (16/9/2022).

Wali Kota Pasuruan, Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengatakan, bahwa target tahun ini adalah BB.

Gus Ipul juga mengatakan, untuk mencapai itu semua memang perlu perjuangan.

“Kali ini kita mau membahas SAKIP, ini target saya kita mau naik jadi BB. Syukur-syukur bisa A,” ujar Gus Ipul.

“Saya tahu Bapak dan Ibu sekalian telah berjuang dan bekerja keras. Tapi, ini memang bukan hal yang mudah,” imbuhnya.

Gus Ipul juga memaparkan terkait rekomendasi SAKIP tahun 2021. Ada beberapa rekomendasi SAKIP tahun 2021. Pertama meningkatkan kualitas dokumen perencanaan dengan memperhatikan berbagai kaidah penyusunan dokumen perencanaan kinerja.

Baca juga:
MenPAN-RB Apresiasi Mal Pelayanan Publik Kota Pasuruan

Kedua, menyempurnakan penjabaran kinerja yang disusun berdasarkan pada kerangka logis kinerja. Ketiga, menyusun indikator kinerja organisasi dan menggambarkan tolak ukur keberhasilan kinerja individu serta dijadikan acuan dalam penyusunan SKP.

Evaluasi SAKIP 2022 Pemkot Pasuruan.Evaluasi SAKIP 2022 Pemkot Pasuruan.

“Kita perlu saling bersinergi, walau jika pada sebuah kegiatan dan yang bertanggung jawab adalah Dinkop, Disperindag, akan tetapi perangkat daerah lainnya bisa saling bersinergi dan membantu. Selain itu, jika membuat kegiatan juga dipikirkan dampak untuk masyarakatnya. Bukan hanya sekedar SPJ,” jelas Gus Ipul.

Baca juga:
Haul KH Abdul Hamid Berlangsung Khidmat Dihadiri Ribuan Jemaah dan Tokoh Publik

Dalam penyusunan indikator kinerja individu, lanjut Gus Ipul, harus selaras dengan kinerja organisasi dan mengambarkan tolak ukur keberhasilan kinerja.

“Karena, dalam penyusunan indikator kinerja individu harus selaras dengan kinerja organisasi dan mengambarkan tolak ukur keberhasilan kinerja dijadikan acuan dalam penyusunan SKP,” pungkasnya.