Pixel Code jatimnow.com

Spanduk DPRD Surabaya di GBT Disorot, Ini Tanggapan Ketua Komisi C

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Ni'am Kurniawan
Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)
Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono. (Foto: Ni'am Kurniawan/jatimnow.com)

Surabaya - Spanduk Komisi C DPRD Surabaya (pembangunan) yang terpasang di stadion Gelora Bung Tomo (GBT) menuai sorotan publik. Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi C DPRD Surabaya Baktiono mengungkapkan hal itu memang sengaja ia lakukan.

"Itu urunan Komisi C DPRD Surabaya itu partisipasi kami, inisiatif kami, supaya venue Piala AFC itu terkenal Surabayanya," ucap Baktiono, kepada jatimnow.com, Sabtu (17/9/2022).

Menurut Baktiono, apa yang dilakukan Komisi C itu adalah bentuk dukungan dari perwakilan DPRD kepada Timnas Indonesia yang berlaga di kualifikasi grup F Piala AFC U-20.

"Lantas siapa yang mendukung di kotanya sendiri. Maka harus ada yang memulai untuk langkah mendukung AFC. Aku sudah tahu pasti akan ada reaksi. Ada yang kebalik mengartikan dukungan. Kalau kami politik mendukung olahraga, termasuk AFC," jelas Baktiono.

Politisi PDI Perjuangan Surabaya itu menambahkan, pemasangan spanduk itu juga menjadi keterwakilan warga Surabaya kepada para atlet Indonesia yang berlaga. Seharusnya, sambutan hangat dari Surabaya itu dilakukan oleh Pemkot Surabaya.

Baca juga:
Foto: Momen Indonesia Kalahkan Vietnam 3-2 di Kualifikasi AFC U20 2023

"Yang kami inginkan dukungan semua warga Kota Surabaya karena sebagai tuan rumah. Dan mereka tamu pemain negara lain dan sporternya akan senang kalau dukungan dari semua pihak. Dukungan spanduk, umbul-umbul, dukungan penonton sangat dibutuhkan," imbuhnya.

Baktiono juga mengaku hal yag dilakukan Komisi C itu bakal mendapat respon publik. Namun, pihaknya memilih cuek, karena yang ia lakukan adalah support secara institusi dari DPRD bukan partai.

Baca juga:
Spanduk DPRD Surabaya di GBT Disorot Netizen: Kick Out Political Footbal

"Biasa, yang tidak senang dan tidak mendukung pasti cari celah untuk menghujat. Kalau kita berbuat baik pasti ada yang kurang. Kalau kita tidak berbuat, maka tidak ada yang kurang," tandas Baktiono.

"Dan kami tidak pernah mengajak dan mengarahkan olahraga atau sepak bola untuk dukung mendukung dalam agenda politik lokal maupun nasional," pungkas Baktiono.