Pixel Code jatimnow.com

Amburadul Data BLT BBM di Jombang, Orang Meninggal Terdaftar Terima Bantuan

Editor : Arina Pramudita Reporter : Elok Aprianto
Kepala Desa Kepatihan, Erwin Pribadi. (Foto: Elok Apriyanto/jatimnow.com)
Kepala Desa Kepatihan, Erwin Pribadi. (Foto: Elok Apriyanto/jatimnow.com)

Jombang - Data penyaluran BLT BBM di Kabupaten Jombang, amburadul. Puluhan nama di Desa Kepatihan, misalnya, warga yang namanya tertera dalam undangan, tidak diketahui keberadaan.

Selain itu, 20 KPM penerima BLT BBM, juga ada yang diketahui sudah meninggal dunia.

Kepala Desa Kepatihan, Erwin Pribadi menjelaskan, di desanya ada 130 KPM yang menerima bantuan dari pemerintah pusat. Baik itu bantuan BPNT dan PKH.

Ia berharap BLT BBM dari pemerintah bisa diberikan pada warga miskin lainnya yang berjumlah 400 lebih.

"Jadi mereka itu bantuannya tidak hanya dobel, tapi tripel," ungkap Erwin, saat ditemui di kantor Desa, Minggu (18/9/2022).

"Kita inginkan bahwa BLT BBM ini diberikan pada warga lainnya yang memang tidak mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah," tambahnya.

Erwin menyebut, Mensos sering menyampaikan bahwa data penerima bantuan sosial (bansos) pemerintah dilakukan perbaikan dan perbaruan setiap bulannya. Namun kenyataannya, warga miskin di Kepatihan juga belum tercover.

Baca juga:
Mas Dhito Warning Bansos Tidak untuk Sanak Saudara, Kuncinya Verifikasi-Validasi

"Faktanya ada sekitar 20 orang di Kepatihan yang undangan pencairannya kita kembalikan, atau kita rijek. Di antaranya ada yang meninggal, kemudian sudah pindah, dan ada juga yang tidak diketahui keberadaannya," bebernya.

Tak tinggal diam, pihaknya bahkan melaporkan temuan tersebut ke kecamatan maupun dinas terkait.

"Agar data ini terverifikasi secara reguler. Artinya itu tidak satu bulan misalnya dalam satu Minggu DTKS itu bisa kita update, tapi dalam kenyataannya, sejak bulan Juli Agustus kemarin, servernya DTKS itu down, tidak bisa kita lakukan update," katanya.

Baca juga:
Gubernur Jatim Bagikan Bansos untuk Pedagang, Nelayan hingga Ponpes di Lamongan

"Jadi bagaimana bisa mungkin datanya BLT BBM itu bisa valid. Karena orang yang meninggal itu sebenarnya sudah kita update bahasanya. Tapi kenyataannya datanya masih muncul sebagai penerima BLT BBM," sambungnya.

Ia merinci, jika dari 20 orang yang menjadi penerima BLT BBM hantu, sebab 7 di antaranya sudah meninggal dunia. Sehingga undangan pencairan dikembalikan ke kantor Pos Jombang.

"Ada 7 yang meninggal, dan sisanya pindah dan tidak diketahui keberadaannya, sehingga undangan kita kembalikan ke kantor Pos," pungkasnya.