Pixel Codejatimnow.com

Penjaga Gudang Nekat Jual Ratusan Rak Sepatu di Tempat Kerjanya

Editor : Narendra Bakrie  Reporter : Farizal Tito
Penjaga gudang yang menjual barang milik perusahaan tempatnya bekerja dan dua penadah diamankan polisi(Foto: Ach for jatimnow.com)
Penjaga gudang yang menjual barang milik perusahaan tempatnya bekerja dan dua penadah diamankan polisi(Foto: Ach for jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang penjaga gudang ditangkap polisi, setelah dilaporkan perusahaan tepatnya bekerja.

Tersangka bernama Afvian (32), warga asal Ngawi yang sehari-hari menjaga gudang CV Beruang Merah Asia Jalan Margomulyo Suri Mulya Blok DD No. 20 Surabaya.

Dia ditangkap Unit Reskrim Polsek Gayungan setelah menggelapkan 660 pcs rak sepatu berbahan metal senilai Rp50 Juta. Laporan itu dilakukan majikannya bernama Sherly.

Kanit Reskrim Iptu Hedjen Oktianto menerangkan, penggelapan itu dilakukan Afvian sejak awal Agustus, dan baru diketahui perusahaan pada akhir Agustus 2022.

"Kerugian itu diketahui oleh pemilik perusahaan setelah akan melakukan penyetokan barang baru yang akan di-display di tokonya termasuk 660 pcs rak sepatu tersebut. Setelah diteliti, barang senilai Rp50 juta itu tidak ada di gudang," jelas Hedjen, Selasa (27/9/2022).

Dari itu, pihak perusahaan mengecek CCTV yang ada digudang. Dari CCTV itu terlihat bahwa barang itu dikeluarkan oleh Afvian. Barang itu bahkan telah dijual ke dua orang pemborong rongsokan.

Baca juga:
Melihat Tampang Garang dan Klasik Motor Listrik Molindo di IIMS Surabaya

"Yang telah berhasil dijual sejumlah 35 koli kepada seorang penadah asal Tambak Asri. Setelah melakukan penyelidikan, kami juga mengamankan dua penadah tersebut bersama 16 koli sisa barang yang belum terjual," terang dia.

Dari hasil interogasi, tersangka Afvian sering menjual barang returan kepada dua penandah tersebut. Namun kasus yang ditanganinya ini adalah hal lain, karena rak sepatu masih baru, hanya saja belum masuk stok barang.

"Tersangka memanfaatkan situasi, di mana ada barang baru, tapi tidak tercatat stok," tambahnya.

Baca juga:
Hak Suara Napi dan Pekerja Mall di Surabaya pada Pemilu 2024 Terancam Hilang

"Tersangka tidak bisa membantah karena aksinya terekam CCTV. Dan ketiga tersangka itu berstatus penjaga gudang, satu pembeli dan satu penadah," imbuhnya

Sementara tersangka Afvian mengaku nekat menggelapkan barang tersebut karena terhimpit kebutuhan sehari-hari. Sedangkan gaji yang ia dapatkan kurang.

"Tidak dendam dengan perusahaan, cuma gak masuk stok, returb aya jual tanpa izin. Saya dapat untung Rp15 juta," ungkap Afvian.