Pixel Code jatimnow.com

Gunung Kelud Disiapkan Menjadi Kawasan Wisata Ramah Disabilitas

Editor : Sofyan Cahyono Reporter : Yanuar Dedy
Mas Dhito di Kawasan Wisata Gunung Kelud Kediri.(Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)
Mas Dhito di Kawasan Wisata Gunung Kelud Kediri.(Foto: Humas Pemkab Kediri/jatimnow.com)

jatimnow.com - Berkunjung ke Kabupaten Kediri, tak lengkap rasanya jika belum mampir ke Gunung Kelud. Kini gunung berapi aktif tersebut tengah bersiap untuk menjadi kawasan wisata ramah disabilitas.

Keindahan Gunung Kelud di Kecamatan Ngancar memang tidak perlu diragukan lagi. Selain puncaknya, Gunung Kelud juga punya kawah yang menjadi titik paling menarik bagi para wisatawan.

Kawah Gunung Kelud merupakan sisa letusan pada 2014. Danau kawah suasananya mirip dengan Danau Kelimutu di Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur.

Kawah gunung kelud dikelilingi tiga puncak utama. Yaitu Puncak Kelud, Puncak Sumbing, dan Puncak Gajah Mungkur.

Waktu terbaik untuk menikmati pemandangan alam dari puncak Gunung Kelud adalah saat matahari terbit. Menikmati sunrise dari puncak gunung tentu menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Gunung Kelud berada di sisi Timur Kabupaten Kediri, 39 kilometer dari pusat Kota Kediri. Dengan motor, jarak ini bisa ditempuh kurang lebih 1,5 jam.

Tiket masuk ke kawasan wisata Gunung Kelud terbilang murah. Pengunjung dewasa hanya perlu membayar Rp8.000 untuk weekday dan Rp10.000 untuk weekend. Untuk kendaraan sepeda motor hanya dikenakan biaya parkir Rp2.000.

Baca juga:
Gumul Paradise Island, Wahana Super Komplet di Kediri dengan Harga Terjangkau

Dari loket, pengunjung bisa menyusuri jalanan aspal dengan pemandangan kebun Nanas. Ada titik batas pengunjung boleh membawa motornya. Selanjutnya pengunjung bisa menyewa ojek yang banyak di lokasi dengan tarif Rp30.000 hingga Rp40.000.

Saat ini, Gunung Kelud tengah bersiap untuk menjadi kawasan wisata ramah disabilitas.

Sebelumnya, Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana terus mendorong terwujudnya wisata inklusi di Kabupaten Kediri dengan menyediakan sarana prasarana yang ramah bagi disabilitas.

"Tempat wisata di Kediri ini harus ramah disabilitas. Contoh kecilnya fasilitas toilet atau WC itu pasti masih banyak yang belum ramah disabilitas, termasuk juga akses jalan," kata Mas Dhito beberapa waktu lalu.

Baca juga:
Desa Wisata Keling Kediri: Peradaban Masa Lampau dan Eksotisme Pesona Alam

Gunung Kelud merupakan obyek wisata pertama yang akan digarap untuk mewujudkan wisata inklusi tersebut. Ketika nantinya satu objek itu berhasil dibuat ramah disabilitas, baru kemudian bergeser ke objek wisata lain.

"Kami bisa mulai dari Gunung Kelud, apa yang dibutuhkan teman-teman disabilitas. Harapan saya Gunung Kelud nanti merupakan destinasi wisata yang ramah terhadap disabilitas," jelasnya.

(ADV)