Pixel Code jatimnow.com

Pria ini Bacok Teman Sendiri Hanya Gara-gara WhatsApp Diblokir

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Yanuar Dedy
Pria yang membacok teman gegara nomor WA-nya diblokir (Foto: Polsek Ngancar/jatimnow.com)
Pria yang membacok teman gegara nomor WA-nya diblokir (Foto: Polsek Ngancar/jatimnow.com)

jatimnow.com - Seorang pria berinisial AS (40) warga Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri diringkus polisi lantaran membacok temannya sendiri.

Kapolsek Ngancar, AKP Priyo Eko Hariono mengatakan, pembacokan itu dipicu pemblokiran WhatsApp (WA). Pelaku membacok temannya bernama Prabowo (53) warga Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare, Kabupaten Kediri.

"Korban saat ini masih menjalani perawatan medis di rumah sakit," terang Priyo, Rabu (28/9/2022).

Menurut Priyo, peristiwa bermua saat pelaku pulang kerja. Saat itu pelaku mampir ke rumah Tegel, temannya di Desa Kunjang, Kecamatan Ngancar. Saat bersamaan, pelaku melihat korban sedang berada di depan rumah itu.

"Korban dan pelaku ini saling kenal. Pada saat itu keduanya cek-cok mulut karena kesalahpahaman tentang pembicaraan komunikasi di WhatsApp," paparnya.

Korban yang emosi langsung memukul pelaku. Pelaku tidak terima dan menuju ke rumah temannya bernama Mojo, yang tak jauh dari lokasi. Pelaku mengambil sebilah parang di dalam kamar Mojo.

Baca juga:
Seorang Debt Collector Pinjol Dibacok saat Tagih Utang di Surabaya

Pelaku kemudian kembali untuk menemui korban. Tanpa banyak kata, dia melayangkan parang itu tiga kali hingga mengenai tubuh korban.

Korban mengalami sejumlah luka pada bagian pinggang samping kiri belakang, jempol tangan kiri dan perut. Korban berhasil menyelamatkan diri dan dilarikan ke RSUD SLG.

"Pelaku berhasil diamankan beserta barang bukti sebilah parang dengan panjang 70 sentimeter," jelas Priyo.

Baca juga:
Pelaku Pembacokan di Mojoagung Jombang Dibekuk Polisi, Ini Pengakuannya

Priyo mengungkapkan, dari keterangan pelaku, dia awalnya meminta korban membuka nomor WhatsApp-nya yang diblokir.

Dan ternyata, pelaku yang sebelumnya dalam pengaruh minuman keras (miras) juga sempat menghubungi korban maupun lewat WhatsApp, tapi tidak ada jawaban.