Pixel Code jatimnow.com

Khofifah Minta Pustakawan Percepat Perubahan Ekosistem ke Digital

Editor : Rochman Arief Reporter : Ni'am Kurniawan
Khofifah saat membuka Kongres XV dan Seminar Ilmiah Nasional Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), di hotel Vasa, Surabaya (Dok Humas Pemprov Jatim/jatimnow.com)
Khofifah saat membuka Kongres XV dan Seminar Ilmiah Nasional Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), di hotel Vasa, Surabaya (Dok Humas Pemprov Jatim/jatimnow.com)

jatimnow.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengajak para pustakawan melakukan percepatan perubahan ke ekosistem digital.

“Saya ingin mengajak kita mempersambungkan proses literasi ekonomi, digital, dan finance bagi para pustakawan. Berdasarkan predisi Jack MA tahun 2030, sekitar 80 persen ekonomi dunia backbone-nya UMKM. Dan 99 persen UMKM dunia akan masuk online dan 85 persen e-commerce," ucap Khofifah dalam keterangan resminya, Rabu (2/11/2022).

Khofifah menambahkan, tugas pustakawan dalam menyongsong ekosistem digital tidaklah sederhana. Sebab, berdasarkan data digital civility index (DCI), pengguna internet di Indonesia berada pada peringkat ke-29 atas tingkat ketidaksopanan berselancar pada media digital.

Penting dilakukan koreksi dan evaluasi bersama. Pasalnya dalam data pengguna internet tersebut disebutkan bahwa ada penambahan penyumbang ketidaksopanan tertinggi pada kelompok usia dewasa. Dari data-data tersebut diketahui bahwa ada kesopansantunan yang harus terus dijaga bersama.

“Dalam hal kesopansantunan bersosial media, tugas pustakawan tidak sederhana. Bukan hanya mengedukasi supaya gemar membaca, tapi mengedukasi untuk melakukan interaksi digital secara sopan,” tegas Khofifah.

Baca juga:
Khofifah Lobi Tambah Kuota Beasiswa Perguruan Tinggi Al-Azhar Mesir untuk Jatim

Sementara itu, Kepala Perpustakaan Nasional RI Muhammad Syarif Bando menyampaikan bahwa perpustakaan ke depannya harus melakukan transformasi digital. Salah satunya, bagaimana ekonomi mikro bisa diedukasi dengan mengantarkan pada pasar internasional melalui online atau bahkan startup.


“Para pelaku usaha mikro bisa dimungkinan untuk membuka usaha dengan buku-buku ilmu terapan,” ujarnya.

Baca juga:
Jatim Bangun Kolaborasi Tiga Bidang Prioritas dengan Alexandria, Mesir

Selain itu, dirinya berharap perpustakaan ke depan juga harus menjadi konten kreator (influencer). Bahkan di akhir tahun ini, ia menargetkan lahir tiga juta konten kreator dari para pustakawan se-Indonesia.

“Kami memilih Jatim pertama karena memang komitmennya Ibu Gubernur terhadap perpustakaan luar biasa. Maka teman-teman dari daerah datang disini bukan hanya menghadiri kongres dan seminar ilmiah, tapi mereka akan lanjutkan dengan studi tiru pada beberapa keberhasilan di Jawa Timur untuk pengembangan perpustakaan,” tandasnya.