Pixel Code jatimnow.com

Kerajinan Kayu Balsa Sidoarjo Tak Diminati Lokal, Laris di Pasar Internasional

Editor : Zaki Zubaidi Reporter : Zainul Fajar
Produk yang dihasilkan oleh Yafi, pengrajin UMKM Kayu Balsa. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Produk yang dihasilkan oleh Yafi, pengrajin UMKM Kayu Balsa. (Foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

jatimnow.com - Muhammad Aliyafi, salah satu pengrajin yang tergabung dalam UMKM Kabupaten Sidoarjo berhasil menyulap kayu balsa menjadi produk kelas dunia.

Dari tangannya, berbagai berbagai produk seperti jam dinding, rak untuk menaruh miniature mobil mini, standing phone, card holder, binder dan kerajinan lainnya berhasil ia ciptakan dari bahan dasar kayu balsa.

Usaha yang digelutinya saat ini berawal dari hobi dan sisi kreatif yang ia tuangkan dalam berbagai bentuk.

Yafi mengatakan bahwa sejak awal ia merintis pada tahun 2013 hingga sekarang, 90% pelanggan yang membeli produknya adalah pembeli dari luar negeri. Produk dari tangannya tersebut telah laku keras oleh pelanggan dari negara Inggris, Amerika, Jerman hingga Belanda dan Jepang.

Dari pengakuannya, dulu saat awal meniti karir di dunia kerajinan kayu balsa, ia seringkali mengikuti gelaran event UMKM baik daerah maupun provinsi. Dari situlah awal mula produknya dikenal banyak orang luar negeri.

"Produk saya lebih banyak diminati orang luar. Saya bertemu dengan konsumen itu dari event, pameran, mereka beli dan kemudian cerita ke teman-temannya, sehingga lebih banyak lagi yang pesan. Jarang dapat pesanan dari orang Indonesia. Adanya malah dikomentari, opo’o mas kayu kok dibentuk kayak gini apa tidak patah," Papar Yafi.

Baca juga:
Wabup Jombang Dorong UMKM Naik Kelas, Ini Tujuannya

Bukan tanpa dasar Yafi memilih kayu balsa sebagai bahan dasar kerajinannya. Ia menegaskan bahwa kayu balsa memiliki ruas kayu yang lembut, halus, kuat dan memiliki tekstur yang unik. Selain itu, kayu balsa juga menurutnya mudah dibentuk dan dapat bertahan lebih lama dari kayu lainnya.

Menurut Yafi, puncak pencapaian prestisiusnya saat ini adalah produk dari hasil tangannya dapat tembus hingga menjadi salah satu souvenir yang digunakan oleh Pemerintah Indonesisa dalam gelaran ajang KTT G20 di Bali.

Sebelum dilirik sebagai souvenir di KTT G20, ia mengatakan bahwa produknya telah terpilih dari proses kurasi dari total 1.024 produk UMKM yang ada di Indonesia.

Baca juga:
Pacu UMKM Naik Kelas, Ipuk Terkesan Produksi Degan Jelly

"Saya aktif itu kirim-kirimkan produk. Karna dimintanya produk yang berhubungan dengan dunia office, saya ada kirimkan jam dinding, tempat pensil, card holder, dasi dari kayu, semacam itu. Awalnya itu hobi, dari kayu balsa saya ubah menjadi produk aeromodelling seperti kapal, pesawat, dan drone. Zaman dulu, aeromodelling masih belum booming seperti sekarang," ungkap Yafi.

Dengan keberhasilannya menjadi salah satu souvenir resmi gelaran G20 ini, Yafi berharap produk Indonesia dapat lebih dihargai lagi di dalam negeri.

"Ya harapan saya agar produk-produk ini lebih dihargai, omset tetap naik, dan semoga menginspirasi," pungkasnya.