Pixel Code jatimnow.com

Kagetnya Walikota Surabaya saat Temukan Fakta di Balik 10 Rumah yang Terbakar

Editor : Narendra Bakrie Reporter : Zain Ahmad
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meninjau kebakaran 10 rumah di Kedondong Kidul II, Tegalsari (Foto-foto: Humas Pemkot Surabaya/jatimnow.com)
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meninjau kebakaran 10 rumah di Kedondong Kidul II, Tegalsari (Foto-foto: Humas Pemkot Surabaya/jatimnow.com)

jatimnow.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengunjungi terbakarnya 10 rumah di Jalan Kedondong Kidul II, Tegalsari, Surabaya yang terjadi Sabtu (5/11/2022) dini hari.

Akibat kejadian tersebut, 14 Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di kawasan padat penduduk itu terpaksa kehilangan tempat tinggal dan harta benda.

Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Hanya ada dua warga yang mengalami luka bakar ketika membantu petugas memadamkan api dan satu lagi mengalami luka bakar ringan pada bagian sikunya.

Saat meninjau ke lokasi, Eri langsung menuju ke tempat pengungsian di Balai RW 6 Kedondong Kidul, Tegalsari. Setelah dari pengungsian, kemudian menuju ke lokasi rumah yang terbakar.

"Jadi ada 45 jiwa, 14 KK, yang 4 rumah itu milik warga pribadi, sisanya rumah yang dikoskan. Nah, yang menempati bukan orang Surabaya. Jadi bangunannya tidak layak, ada yang terbuat dari seng, ada yang kayu," terang Eri.

Karena kondisi kos-kosan yang tidak layak huni tersebut, Eri meminta Camat Tegalsari memanggil pemiliknya, agar memperhatikan kelayakan rumah yang dijadikan tempat kos.

Baca juga:
Kebakaran Pasar Kesamben Blitar Berhasil Dipadamkan, 5 Jam Petugas Jinakkan Api

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meninjau kebakaran 10 rumah di Kedondong Kidul II, TegalsariWali Kota Surabaya, Eri Cahyadi saat meninjau kebakaran 10 rumah di Kedondong Kidul II, Tegalsari

"Kosnya itu terbuat dari kayu, jadi kalau ada kebakaran ya langsung habis bangunannya. Nanti Pak Camat tolong koordinasi dengan Kabag Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, itu didata. Bagi yang kos, dibantu carikan tempat untuk bisa segera pindah di kos yang lebih layak dan pekerjaan," tegasnya.

Eri menambahkan, rumah pribadi milik warga juga akan dibantu perbaikan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Akan tetapi, saat ini masih menunggu hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) terlebih dahulu dari kepolisian.

Baca juga:
Pasar Kesamben Blitar Terbakar: 4 Jam Belum Padam, Ratusan Lapak Pedagang Hangus

"Total ada 10 rumah. Nah, yang dikoskan tadi, ada 7 petak. Ternyata itu lahan tanah, kemudian dipetak-petak dengan kayu dan seng gitu," tandasnya.

Eri juga menegaskan akan menegur dan tidak segan memberikan sanksi kepada pemilik indekos jika ada unsur kelalaian dan tidak kelayakan.

"Nanti Pak Camat yang saya suruh panggil. Saya ingin panggil pemiliknya, karena ini (bangunan kos) nggak layak, ngawur ini," pungkasnya.