Pixel Code jatimnow.com

2 Pegawai SPBU Sidoarjo Dibacok, Dituduh Goda Istri Orang

Editor : Rochman Arief Reporter : Zainul Fajar
Dicky menunjukkan beberapa luka bacok di beberapa tubuhnya saat dijumpai di rumahnya. (foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)
Dicky menunjukkan beberapa luka bacok di beberapa tubuhnya saat dijumpai di rumahnya. (foto: Zainul Fajar/jatimnow.com)

jatimnow.com - Dua pegawai SPBU di kawasan Lebo, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo jadi korban pembacokan. Kedua pegawai tersebut adalah Dicky (23) dan Chandra (23) yang mengalami aksi kekerasan pada Minggu (6/11/2022).

Apa sih penyebabnya? Dicky yang dijumpai di rumahnya mengaku didatangi seorang pria ke tempatnya kerja. Pria tersebut terlihat datang dan langsung marah-marah.

“Saya dituduh menggoda istrinya. Karena memang saya ndak ngerti apa-apa, saat itu saya menolak tuduhan. Tiba-tiba pelaku langsung menghajar saya,” kata Dicky, Selasa (8/11/2022).

Menurutnya, pelaku menggunakan benda tajam kecil yang digenggam di tangannya. Ia juga mengatakan kalau pelaku mengarahkan pukulan genggaman tersebut berulang kali.

“Total ada lima titik luka sayatan dan harus dijahit. Kepala sebelah kiri 10 jahitan, dua luka di lengan sebelah tangan dengan masing-masing 10 jahitan, satu luka di dahi tengah, dan lengan kiri," terangnya.

Baca juga:
Suami Bacok Istri di Mojokerto, Utang Rp50 Juta Jadi Pemicu

Adapun Pengawas SPBU Lebo, Toni membenarkan pegawai SPBU menjadi korban. Saat itu Chandra bermaksud melerai petengkaran, turut menjadi korban.

“Pegawai kami yang jadi korban itu dua orang. Dicky dan Candra. Untuk Candra berniat melerai, tapi malah kena bacokan di lengan tangannya dan dijahit. Pihak keluarga korban kabarnya sudah melaporkan ke Polsek Kota,” jelas Toni.

Sementara itu, Kapolsek Kota Kompol I Komang Yuwandi saat dikonfirmasi mengatakan bahwa hingga saat ini belum menerima laporan resmi. Namun pihaknya telah memonitor kejadian yang ada di SPBU Lebo itu.

Baca juga:
Suami di Mojokerto Tega Bacok Istri Pakai Golok

“Ini saya cek register laporan polisi di polsek memang belum ada, tapi anggota sudah monitor kejadian, dan sudah berkomunikasi dengan korban untuk membuat laporan,” terangnya.

Untuk sementara, pihaknya juga masih menunggu korban membuat laporan ke Polsek Kota.